Taman Indonesia Kaya, Disdag Sudah Sosialisasi Dua Kali

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang Fajar Purwoto menyatakan sudah melakukan sosialisasi terkait relokasi PKL Taman KB. Sosialisasi itu bahkan sudah digelar dua kali.

“Sosialisasi sudah kami gelar. Kami juga sudah merencanakan untuk merelokasi mereka tak jauh dari lokasi yang sekarang. Mungkin, yang pada demo ke sini kurang informasinya. Tapi kan enggak perlu seperti ini,” ujar Fajar saat ditemui Asatu.id, di Semarang, Senin (29/1).

Sebelumnya, puluhan pedagang kaki lima (PKL) Taman Menteri Supeno, Jalan Menteri Supeno, Kota Semarang menggelar aksi protes rencana renovasi Taman Menteri Supeno. Pedagang khawatir ketidakjelasan konsep renovasi Pemkot Semarang terhadap taman yang biasa dikenal dengan sebutan Taman KB ini akan berdampak pada penggusuran tempat berjualan.

Fajar mengatakan nantinya PKL yang berjualan di sekeliling Taman KB akan direlokasi sementara ke bahu Jalan Pandanaran II. Relokasi ini hanya bersifat sementara hingga pembangunan Taman Indonesia Kaya selesai pada Mei nanti.

“Jalan Pandanaran II kan selama ini untuk pedagang jagung bakar. Untuk sementara, mereka digabung di situ. Lapaknya nanti kita berikan ukuran 2×3 meter atau 3×3 meter. Memang lebih kecil dibanding yang sekarang 4×4 meter, tapi kan sementara,” ucap Fajar.

Renovasi Taman KB di Jl Menteri Supeno menjadi Taman Indonesia Kaya dimulai awal November lalu. Pembangunan taman ini diprediksi menghabiskan dana hingga Rp 6 miliar. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *