Pergantian Antar Waktu, Budiarto Gantikan Windu

SEMARANG (Asatu.id) – Budiarto resmi dilantik dalam Sidang Paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kota Semarang, di Gedung Paripurna DPRD Kota Semarang, Senin (29/1). Dia menggantikan Windu Suko Basuki.

Pencopotan tersebut setelah mantan anggota TNI AD ini berseteru dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Semarang.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi mengatakan, pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD Kota Semarang tersebut atas dasar turunnya Surat Keputusan (SK) Gebernur tentang pemberhentian dan pengangkatan sebagai anggota DPRD Kota Semarang Pergantian Antar Waktu (PAW) periode 2014-2019.

Supriyadi menerangkan, sesuai aturan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2015, partai politik memiliki kewenangan untuk mengganti anggota dewan dari partainya yang mengundurkan diri, meninggal dunia, atau usulan dari partai. Setelah surat gubernur turun, secara normatif, DPRD Kota Semarang mengagendakan untuk pelantikan PAW anggotanya.

“Sebelum pencopotan pastinya ini melewati mekanisme proses yang panjang. Pemberhentian dan pengangkatan tersebut berdasarkan usulan Partai Nasdem, kemudian melakukan pengangkatan Budiarto menjadi anggota DPRD Kota Semarang yang baru. Kami melayangkan surat berdasarkan surat dari partai tersebut dan menyampaikan ke gubernur melalui Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi,” ujarnya.

Supriyadi mengakui jika polemik antara Windu Suko Basuki dengan DPP dan DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) masih berlanjut. Bahkan, Windu Suko Basuki tidak terima dengan keputusan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan melayangkan gugatannya ke PTUN Semarang.

Jika nanti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membatalkan surat pengangkatan tersebut, lanjutnya, DPRD Kota Semarang akan menindaklanjuti sesuai prosedur untuk memberhentikan anggota yang saat ini diangkat. “Karena surat keputusan Gubernur Jateng baru masuk hari ini. Apalagi Badan Musyawarah telah mengadendakan paripurna pengangkatan PA,  maka (gugatan baru) itu tidak akan berpengaruh terhadap proses pelantikan,” tukasnya.

Nantinya, Budiarto akan ditempatkan di Komisi A, bergabung dengan Fraksi PDI-Perjuangan karena Partai Nasdem tidak memiliki fraksi di DPRD Kota Semarang. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *