NU Ikut Serta Menjaga Tanah Air dan Akidah

SEMARANG (asatu.id) – Organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki tugas utama dalam ikut serta menjaga Indonesia. Tugas tersebut  yakni, riayatul wathon (ikut serta menjaga tanah air) dan riayatul akidah (menjaga akidah).

Hal itu diungkapkan Ketua pusat Asosiasi Bina Haji dan Umroh (Asbihu) NU, KH Mustofa Aqil Siraj di sela-sela kegiatan pembukaan Sertifikasi Manasik Haji  Profesional Angkatan ke 1 tahun 2018 di Lantai 3 Gedung UTC Semarang, Sabtu (27/1).

Akidah yang dimaksud dalam hal ini ialah paham Ahlussunah Waljamaah (ajaran Nabi Muhammad, sahabat dan ulama) yang menjadi pedoman utama NU dan kebanyakan umat Islam di Indonesia. Sementara dari segi kebangsaan, NU terus berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita harus tetap mencintai dan menjaga NKRI dalam kondisi apa pun. Kita juga berkewajiban menjaga masyarakat dari akidah yang tidak sama dengan Ahlussunah Waljamaah,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Mustofa meminta calon pembimbing haji khususnya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU harus bisa menjadi panutan jamaah terkait ibadah haji dan umroh. Sebab, ibadah haji merupakan bagian rukun Islam yang kelima. Dalam pelaksanaanya harus sesuai dengan pemahaman yang diajarkan ulama dan kiai.

Diakhir sambutan, Kiai Mustofa mengungkapkan terimakasih kepada semua pihak khususnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang yang telah bersedia bekerja sama dengan Asbihu NU.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, Awaludin Pimay mengatakan, merasa bahagia lantaran UIN Walisongo Semarang terpilih sebagai lembaga yang ikut serta menyukseskan kegiatan tersebut.

“Terimkasih Asbihu NU yang telah memberikan kepercayaan ini. Kami atas nama UIN Walisongo dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi menghaturkan banyak terimakasih,” tuturnya.

Menurut dia, sertifikasi calon pembimbing haji sangat penting. Sebab, pelayanan haji kepada jamaah menjadi yang baik dan benar harus bisa terwujud.

Sementara Pelaksana Tugas Asisten I Sekda Jateng, Heru Prasetyo yang membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah mengatakan, mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Heru berpesan agar calon pembimbing haji mampu memberikan layanan yang terbaik.

“Berikanlah bimbingan haji yang terbaik dan penuh keramahan demi terselenggaranya ibadah haji yang mabrur,” katanya. “Saat di Makkah maupun Madinah, tunjukkanlah bahwa bangsa Indonesia itu santun dan berbudaya,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung mulai 23 Januari sampai 31 Januari tersebut diikuti 194 orang. Selain dari Kota Semarang, peserta juga datang dari luar seperti, Kebumen, Kudus, Jepara dan sejumlah daerah lainnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *