Wali Kota Semarang Blacklist Tiga Kotraktor

SEMARANG (Asatu.id) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyayangkan pengerjaan tiga proyek di Kota Semarang yang dikerjakan tahun anggaran 2017. Meski demikian, menurutnya, masih wajar jika ada tiga dari 2.323 proyek yang bermasalah.

Hendi, sapaan akrabnya, menyebutkan tiga proyek yang dinilai tidak beres tersebut, yaitu pengerjaan pedestrian Jalan Indraprasta, pembangunan Jalan Gotong Royong dan pembangunan Pasar Simongan.

“Yang sudah pasti saya minta di-blacklist ada tiga, karena tidak beres. Yaitu Pasar Simongan, Jalan Gotong Royong dan Pedestrian Indraprasta. Meski itu ada dana dari pusat, saya tetap minta blacklist saja,” katanya.

Ketidakberesan pekerjaan ketiga proyek tersebut, kata Hendi, murni kesalahan kontraktor. Seharusnya, kontraktor berkomitmen terhadap pekerjaan yang dimenangkannya.

Ia menuturkan, Pemkot Semarang melalui unit layanan pengadaan (ULP) sudah bekerja sesuai aturan dengan memenangkan penyedia jasa yang memberikan penawaran harga terendah.

“Kalau kemudian harga yang ditawarkan itu ndlosor-ndlosoran (rendah sekali dari pagu anggaran) dan tidak mampu menyelesaikan, yang salah jelas kontraktor. Dia berani nawar dengan harga rendah otomatis dia harus berani mempertanggungjawabkannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, progres pengerjaan proyek pada 2017 dinilai masih bisa dimaklumi. Pasalnya, dari 2.323 proyek yang dikerjakan selama 2017 hanya tiga proyek saja yang tidak selesai dan putus kontrak.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut sebenarnya juga dialami daerah lain di luar Kota Semarang. Namun yang terpenting, begitu pekerjaan telah putus kontrak, maka tidak ada anggaran lagi yang dikeluarkan. Jika dikeluarkan justru akan menjadi pelanggaran.

“Itu pun kontraktor yang tidak bonafide. Lha kenapa mereka dimenangkan? Lha mereka penawar yang rendah. Jika tidak dimenangkan justru mereka akan menggugat,” tandasnya. (is)

 

 

 

94

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan