USAID, SINERGI dan Mitra Kunci Beri Edukasi Kaum Defabel tentang Ketrampilan Kerja Produktif

SEMARANG (asatu.id) – Dalam rangka meningkatkan ketrampilan kerja di usia produktif 18-34 tahun, SINERGI dan Mitra Kunci mengadakan Focus Group Discussion yang didanai oleh USAID, Selasa (23/01).

USAID (United States Agency for International Development) atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika adalah badan independen dari pemerintahan Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan, dan kemanusiaan untuk negara-negara lain didunia dalam mendukung tujuan-tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

“USAID mempunyai program dalam pembangunan masyarakat dan lingkungan. Dan setiap program yang dimiliki USAID mempunyai kebijakan masing-masing,” tutur Agnes Gurning dari Mitra Kunci di Roemah Difabel, Jalan. MT Haryono no. 266 Semarang.

Kegiatan Focus Discussion Group ini dihadiri oleh 7 orang perwakilan dari Komunitas Sahabat Difabel, Pilar PKBI, Fatayat PB NU dan Karang Taruna Banyumanik.

Andhiani M. Kumalasari, Perwakilan dari SINERGI menambahkan, Sebagai tahap awal program ketenagakerjaan ini sudah dimulai di 5 propinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Papua dan Papua Barat.

“Di Jawa Tengah USAID bekerja sama dengan Rajawali Foundation (Group besar) dan Transformasi (Advokasi kebijakan) sebagai konsorsium,” jelasnya.

Program ketenagakerjaan yang dimiliki oleh USAID ini memfokuskan kepada orang rentan, kurang mampu dan juga difabel, karena ke-3 golongan tersebut dinilai yang paling membutuhkan.

Adhiani M. Kumalasari begitu bersyukur bisa melibatkan teman difabel dari Komunitas Sahabat Difabel dalam kegiatan Focus Discussion Group (FGD).

“Yang pasti dari FGD, saya bisa dapat banyak informasi seputar kegiatan anak-anak muda terkait ketenagakerjaan,” katanya.

Adhiani berharap setelah kegiatan FGD ini apa yang ia peroleh akan ia rangkum untuk mencari solusi terkait kendala yang dihadapi oleh peserta.

“Dan untuk teman difabel, bagi saya sangatlah inspiratif. Tidak kalah luar biasa dan mumpuni seperti teman-teman non difabel. Tetap bekarya walaupun dalam keterbatasan,” pungkas Adhiani M. Kumalasari.(Yeni Endah)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *