Promosikan World City, 12 Dubes Uni Eropa Kunjungi Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Para Duta Besar dari Uni Eropa melakukan kunjungan dua hari ke Semarang mulai Rabu (24/1) hingga Kamis (25/1). Dari kunjungan ini diharapkan dapat mendorong pertukaran dengan pemerintah daerah, kalangan bisnis, akademisi dan organisasi masyarakat sipil di Jawa Tengah.

Kunjungan ini dipimpin oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guérend. Turut hadir pula dan para diplomat dari 12 negara anggota Uni Eropa, termasuk Duta Besar Austria (Helene Steinhäusl), Duta Besar Belgia (Patrick Herman), Duta Besar Kroasia (Drazen Margeta), Duta Besar Denmark (Rasmus Abildgaard Kristensen), Duta Besar Jerman (Michael Freiherr von Ungern-Sternberg), Duta Besar Yunani (Georgios Dogoritis), Duta Besar Irlandia (Kyle O’Sullivan) dan Duta Besar Italia (Vittorio Sandalli).

Dubes Uni Eropa, Vincent Guérend mengatakan, selama ini pihaknya bekerja sama dengan Indonesia pada bidang-bidang yang menjadi perhatian bersama, seperti pendidikan, perlindungan lingkungan, perdagangan dan investasi, serta tata pemerintahan yang baik.

Dia menjelaskan Eropa memiliki ketertarikan terhadap Kota Semarang. Kota Semarang memiliki peran penting bagi Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Banyak yang bisa dilakukan bersama-sama terkait pembangunan perkotaan di Kota Semarang.

“Kunjungan ini memiliki pula dimensi khusus, yakni mendedikasikan pada Urban Sustainable Developement pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dengan tiga pilar,” ungkapnya.

Tiga pilar tersebut antara lain program pengelolaan sampah menjadi energi, program lapangan pekerjaan untuk masyarakat Semarang dan Jateng dan program Sister City atau Parter City dari Kota Zagreb, Kroasia. Hal ini adalah bagian dari program dari Uni Eropa “World City” yang tujuannya untuk mempromosikan pengalaman dalam pengelolaan kota.

“Kami berharap dapat berbagi pembelajaran dari pengalaman Eropa untuk Kota Semarang. Besok kami juga akan mengunjungi Undip untuk memberikan seminar tentang Urban Sustainable Development,” ucapnya.

Vincent Guérend menambahkan pihaknya juga bekerja sama dengan Kota Semarang dalam konteks kerja sama Eropa dengan ASEAN, yakni pada program pendidikan, mahasiswa di Undip akan memiliki kesempatan untuk ikut dalam program pertukaran pelajar di ASEAN.

“Uni Eropa juga mendukung program ramah lingkungan dan perekonomian yakni di Kota Semarang, Yogyakarta dan Wonosobo,” tandasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *