Ganjar: Dengan Salawat, Tahun Politik akan Lancar dan Tidak Geger

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo menyakini dengan bersalawat, tahun politik 2018 ini akan berjalan lancar dan tidak geger. Alasannya, dengan bersalawat semua berdoa meminta agar kondusivitas daerah tetap terjaga, tidak ada orang saling hujat, selalu menjaga kerukunan, dan menjaga NKRI,

“Ini nilai-nilai penting, di situlah ketenteraman berbicara. Salawatan ini menggugah kita agar semakin mendekatkan diri pada Allah. Kita harus belajar menjadi orang yang bertanggung jawab,” kata Ganjar Pranowo pada acaea ‘Jateng Bersalawat’, di Alun-alun Sukoharjo, Senin (23/1) malam

Orang pertama di jajaran Pemprov Jateng menilai berkat sering bersalawat daerah yang dipimpinnya mampu membangun dan memperbaiki  mental spiritual ASN di lingkungan Pemprov Jateng.

“Salah satunya dengan terkumpulnya dana pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng. Zakat, infaq, dan sadaqah yang  semula Rp 600 juta per bulan sekarang mencapai Rp 2,1 miliar per bulan,” paparnya.

 

Menurut Ganjar, potensi ini bisa dimanfaatkan untuk membantu warga miskin yang membutuhkan berbagai bentuk bantuan. “Melalui cara ini setidaknya ada solidaritas ASN dalam menjalankan tugas-tugas sosialnya. Yang berobat tidak bisa membayar bisa dibantu Baznas, yang sekolah butuh biaya bisa dibantu, pondok pesantren, serta guru madrasah,” tandasnya.

Sementara Habib Syech Abdul Qodir Assegaf pada ceramahnya mengajak warga Jawa Tengah agar menyukseskan pilkada dengan damai dan tenteram. “Tidak perlu ada gegeran, karena semua bersaudara. Berbeda pilihan semestinya tidak dijadikan masalah. Yang penting justru meningkatkan kerukunan dan ukhuwah islamiah. Jangan sampai perbedaan membuat perpecahan,” katanya.

Acara ‘Jateng Bersalamat’ yang dihelat Pemprov Jateng tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, serta Forkompinda setempat.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *