Tahun Ini, Baznas Targetkan Himpun Zakat Rp 200 Miliar

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng bisa membuat masjid dan musala binaan. Di mana dana yang terkumpul melalui masjid dan musala nantinya, dikelola melalui Baznas, dan distribusinya 50 persen ke masjid dan musala.

Selain itu, orang nomor satu di Jateng ini berharap Baznas juga membuat lembaga pendidikan yang bisa menampung anak jalanan agar bisa mendapatkan pendidikan gratis.

“Dana di Baznas selama ini sangat membantu kebutuhan masyarakat. Penggunaannya pun tanpa harus menunggu proses penganggaran dan pengesahan di DPRD. Sehingga ketika dibutuhkan dalam waktu cepat, bisa langsung didistribusikan,” imbuhnya di acara Pencanangan Gerakan Sadar Zakat Provinsi Jateng, di Gedung Grhadika, Rabu (24/1).

Ganjar menjelaskan Pemprov Jateng memiliki sekitar 14.700 ASN yang muslim. Di mana dari situ memiliki potensi zakat mencapai Rp 1,7 miliar. Ditambah 30.000 guru SMA/SMK yang pengelolaannya di bawah Pemprov Jateng yang berpotensi zakat sebesar Rp 1,2 miliar.

Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji menambahkan, pada 2018 Baznas Jateng menargetkan pengumpulan zakat dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah sebanyak Rp 200 miliar. Jumlah tersebut merupakan penerimaan pemotongan TPP dari jumlah 20 persen ASN. Namun jika ditambah zakat penghasilan, maka penerimaan zakat bisa mencapai Rp 500 miliar.

“Lalu jika ditambah dengan zakat dari para orang kaya, lembaga amil zakat (LAZ) dari setiap organisasi kemasyarakatan, potensi zakat di Jateng mampu mendekati angka Rp 1 triliun dalam setahun,” imbuhnya.

Pihaknya optimistis, target penerimaan zakat di Baznas mampu terpenuhi. Dari penyaluran zakat tersebut  diharapkan mampu mengurangi jumlah kemiskinan sekitar 40.000 warga miskin. (is)

 

 

 

19

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan