Undip Alokasikan Ozonizer pada Kelompok Tani

SEMARANG (Asatu.id) – Universitas Diponegoro Semarang resmi menyerahkan peralatan pascapanen berupa  “ozonizer” untuk kelompok tani di Kabupaten Magelang.

Mesin D’Ozone yang merupakan mesin berteknologi plasma ciptaan dari  Dr Muhammad Nur DEA yang merupakan dosen Fakultas Sains dan Matematika Undip.

Teknologi plasma yang diciptakan oleh Dr Muhammad Nur ini diterapkan di Kelompok Tani Mutiara Organik, di mana sayuran seperti cabai, selada, genjer, brokoli dan kacang panjang tidak mudah busuk dan lebih segar.

“Teknologi D’Ozone bersifat meminimalisir pertumbuhan virus, jamur dan bakteri, ia juga  mengurangi pestisida yang menempel pada sayur maupun buah,” ujarnya, di Semarang, Rabu ( 24/1).

“Metode penggunaan alat ini adalah sayuran hasil panen dicuci dengar air biasa terlebih dahulu, kemudian baru menggunakan air yang sudah diozoni. Setelah itu sayuran atau buah-buahan dimasukkan dalam cold storage yang dikombinasikan dengan mesin D’Ozone yang disalurkan melalui pipa-pipa yang terpasang dalam storage,”  jelasnya.
Muhammad Nur berharap teknologi plasma yang diarahkan ke produk pertanian ini memberikan manfaat positif bagi perkembangan teknologi di bidang pangan dan pertanian nasional.

Mewakili Ketua Kelompok Tani Mutiara Organik, Ir Wijayanti mengatakan, mesin D’Ozone akan sangat membantu ketahanan dan menjaga kualitas sayuran, sehingga petani dapat memperluas pemasaran produknya. Wijayanti juga mengucapkan rasa terimakasih kepada Undip atas bantuan tersebu, karena warga yang bermata pencaharian sebagai petani bisa meningkatkan hasil panennya.

“Alat tersebut dibutuhkan sekali oleh petani. Kami akan menggunakannya sebaik-baiknya untuk menghasilkan sayuran bermutu dan berkualitas yang tahan lama serta bebas pestisida,” ujarnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *