Pembebasan Lahan Wakaf, BPN Bentuk Tim Penilai

SEMARANG (Asatu.id) – Terkait pembebasan lahan wakaf yang terkena dampak dari pembebasan jalan tol Batang-Semarang hingga kini masih mengalami beberapa kendala. Untuk itu membutuhkan proses yang cukup panjang, mengenai langkah-langkah tersebut rencananya akan mulai dibentuk tim penilai pengganti benda wakaf yang dibentuk menggunakan dasar SK Walikota. Sudah dibuat rekomendasi yang diserahkan kepada walikota.

“Kemudian walikota membuat SK kesepakatan tanah pengganti wakaf yang telah disiapkan. Penggantian itu harus mendapatkan izin dari Menteri Agama setelah mendapatkan rekomendasi dari Badan Wakaf Indonesia. Saat ini masih dalam proses ke sana, untuk mendapatkan izin dari Menteri Agama dan Badan Wakaf Indonesia itu,” terang Kepala Sub Seksi Pengaturan Tanah Pemerintah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, B Wibowo Suharto.

Selain Masjid Jami Baitul Mustaghfirin, ada lahan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam, MI Nurul Huda, dan makam seluas 5.300 meter per segi yang berlokasi di dekat terowongan Pelampisan Ngaliyan.

“Makam tersebut nanti dipindah tak jauh dari lokasi, yakni Jalan Gatot Subroto Kawasan Industri. Dulu memang ada penolakan dari warga, tapi sudah kami lakukan pendekatan, saat ini warga sudah tidak ada masalah,” katanya.

Mengenai pemindahan makam umum tersebut, warga meminta dibuatkan playground atau taman untuk kepentingan masyarakat. “Warga sudah oke. Hanya saja sekarang masih dalam tahap penilaian tanah pengganti saja,” katanya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *