Pembebasan Lahan Tol Batang-Semarang Belum Tuntas

SEMARANG (Asatu.id)  – Ada sebanyak 15 bidang tanah wakaf di Kecamatan Ngaliyan dan Semarang Barat terkena dampak pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang. Hingga kini masih ada beberapa lahan wakaf yang belum tuntas dibebaskan.

Di antaranya adalah Masjid Jami Baitul Mustaghfirin di Kelurahan Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, dan sebuah kuburan atau makam seluas 5.300 meter persegi yang berlokasi di dekat terowongan Plampisan Ngaliyan Semarang. Baik masjid maupun makam, nantinya akan dipindahkan akibat tergusur jalan tol Trans Jawa, program yang digenjot Presiden Joko Widodo tersebut.

Pembebasan lahan wakaf tersebut berlarut-larut dan tak kunjung selesai. Sebetulnya sudah ada tanah pengganti. Sudah ada kesepakatan antara nadzir wakaf Masjid Mustaghfirin dengan PPK (pejabat pembuat komitmen) jalan tol, dan pemilik tanah pengganti.

“Tanahnya sudah disiapkan, lokasinya tidak jauh dari situ. Termasuk sudah di-kliring,” kata Kepala Sub Seksi Pengaturan Tanah Pemerintah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, B Wibowo Suharto, baru-baru ini.

Dikatakannya, kendalanya hanya masalah normatif terkait regulasi Undang-Undang (UU) wakaf dan Peraturan Pemerintah (PP) Perwakafan yang membutuhkan proses cukup panjang.

“Salah satunya mensyaratkan bahwa pengganti benda wakaf yang terkena dampak untuk kepentingan umum itu harus ada pengganti lahan. Artinya, tidak boleh dalam bentuk uang,” katanya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *