April, Bantaran Sungai BKT Harus Bebas dari PKL

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang menargetkan bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) harus terbebas dari pedagang kali lima (PKL). Untuk itu, PKL penghuni BKT diwajibkan melakukan boyongan paling lambat 7 Februari mendatang.

“Target kami, bulan April mendatang, kawasan bantaran BKT sudah harus bersih dari bangunan PKL,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto kepada Asatu.id, di Semarang, Selasa (23/1).

Seiring dengan program relokasi, menurut Fajar, Dinas Perdagangan telah melakukan penataan Pasar Klitikan Penggaron yang menjadi tempat penampungan usaha PKL Kota Semarang.

Seperti diketahui sepanjang bantaran Sungai BKT terdapat sejumlah PKL, masing-masing  PKL Rejosari, PKL Bugangan, PKL Mlatiharjo, Karang Tempel, dan Pandean Lamper. Mereka diminta untuk pindah, lantaran membuat kumuh bantaran sungai dan mengganggu proses pembangunan revitalisasi Sungai BKT.

Fajar meminta para PKL berkenan untuk membuat lapaknya masing-masing di pasar Klithikan Penggaran yang menjadi lahan usaha baru mereka. Pembangunan lapak itu dimaksudkan agar Pasar Klithikan Penggaron cepat ditempati, sehingga roda perekonomian di kawasan itu menjadi lebih hidup.

“Pada 31 Januari PKL kawasan bantaran BKT (Banjir Kanal Timur) harus melakukan boyongan ke Pasar Klithikan Penggaron. Kami minta para lurah dilibatkan untuk acara boyongan para PKL dari kawasan bantaran BKT ke Pasar Klithikan Penggaron,” tandasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *