Jaga Netralitas, Panwaslu Pantau Lurah

SEMARANG (Asatu.id) – Pengawasan secara melekat akan diterapkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang kepada aparatur sipil negara (ASN). Hal tersebut dilakukan untuk menjaga netralitas ASN dalam masa kampanye pilkada serentak yang akan digelar 2018 ini.

Ketua Panwaslu Kota Semarang, Muhammad Amin mengatakan, pengawasan tersebut berdasar pada Surat Edaran (SE) Menpan RB Nomor 80 Tahun 2017 diperkuat dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 dan UU Nomor 7 Tahun 2017.

Terkait teknik pengawasan, pihaknya menjelaskan petugas pengawasan kelurahan akan diberi perintah mengikuti pergerakan para lurah saat bekerja di dalam maupun di luar kantor.

“Kami harapkan tiap lurah tidak main-main dengan jabatannya sebagai seorang ASN. Sebab, berdasarkan edaran terbaru yang diteken Menpan RB, sanksi keterlibatan ASN dalam kampanye lebih berat ketimbang aturan sebelumnya,” ujarnya dalam acara sosialisasi pengawasan bagi lurah se-Kota Semarang, di Hotel Horison, Selasa (23/1).

Untuk menjaga netralitas para ASN, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi hingga masa kampanye pilkada dimulai. “Untuk kali ini, kami sosialisasi ke seluruh lurah se-Kota Semarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur yang hadir dalam acara berharap agar para lurah bisa menjadi lurah yang negarawan dengan menjaga netralitas dalam pilkada.

“Selain itu juga diharapkan para lurah menjaga kondisivitas di daerahnya masing-masing,” imbuhnya.

Soal surat edaran Kemenpan terkait netralitas ASN sudah didistribusikan ke seluruh OPD di Semarang, dia berharap surat edaran tersebut menjadi pengingat bagi para ASN.

“Sudah didistribusikan ke semua OPD, lurah pun juga sudah,” tukasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *