Kementerian Perhubungan Soroti Kendala Terminal Bayangan

SEMARANG (Asatu.id) – Persoalan terminal bayangan telah menjadi kendala dan memicu persoalan. Masalah yang terjadi tidak hanya bus tidak masuk ke terminal, tetapi keberadaan bus yang menurunkan dan menaikkan penumpang di terminal bayangan ini juga memicu kesemrawutan dan kemacetan lalu-lintas.

Wasito selaku Penyidik Terminal Tipe A Mangkang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan, penertiban terminal bayangan tersebut menjadi kewenanganan Dinas Perhubungan Kota Semarang berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang.

“Keberadaan terminal bayangan yang selama ini terkesan dibiarkan ini hanya menjadi salah satu dari sekian kendala. Kendala lain, adalah minimnya lampu penerangan dan kebutuhan air di Terminal Mangkang. Terminal Mangkang yang memiliki luas 7 hektare, saat ini hanya memiliki satu sumur aktif. Idealnya memiliki tiga sumur,” ungkapnya.

Selain itu, dari sisi sumber daya manusia (SDM), juga masih kekurangan personel. Dengan luasan 7 hektare, terminal Tipe A2 ini idealnya membutuhkan sebanyak 120 personil. Saat ini baru memiliki sebanyak 47 personel.

“Kalau untuk kios sebetulnya tidak ada masalah. Ada 150 kios di Mangkang yang bisa ditempati untuk PKL Terboyo,” imbuhnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *