Transaksi PKL di Indonesia Capai 9 Triliun

SEMARANG (asatu.id) – Pedagang kaki lima sering dicap miring oleh masyarakat, letak lapaknya yang dianggap kumuh dan mengganggu fasilitas umum bahkan membuat PKL rentan terkena tindakan tegas aparat. Namun, dibalik stigma negatif itu PKL menyimpan potensi yang sangat luar biasa terkait dengan perputaran transaksi jual beli mereka.

dr. Ali Mahsun Ketua APKLI saat pelantikan APKLI Jateng di Wisma Perdamaian, Jumat (19/1) menjelaskan bahwa nilai transaki PKL di Indonesia mencapai 9.750 triliun dari 25 juta lapak yang berada di seluruh Indonesia. Nilai tersebut merupakan angka yang sangat fantastis, dimana perputaran uangnya dikelola oleh banyak orang tanpa ada monopoli.

“Oleh karena itu, APKLI tidak pernah berhenti untuk berjuang dan melindungi pedagang kaki lima di seluruh Indonesia,” tegas Ali.

Ia menambahkan, jika PKL Berjaya, terus berkembang dan sejahtera maka masyarakat yang adil dan makmur di Republik Indonesia akan tercapai.

Dalam kesempatan tersebut APKLI juga menandatangani MoU antara pedagang dan bank daerah yang difasilitasi oleh pemerintah untuk mempermudah akses modal yang dibutuhkan oleh para pedagang.

“Ini merupakan MoU yang kedua antara APKLI dan penyedia modal setelah sebelumnya menandatangani MoU di Serang, Banten,” ucapnya.

Adanya perputaran uang dengan nilai yang besar pada usaha PKL sudah selayak pemerintah memperhatikan juga kesejahteraan PKL. Nantinya tidak ada lagi PKL tergusur atas nama pembangunan dan penataan kota. (kurnia)

43

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan