Kembangkan Green Metrik, Undip Kerja Sama dengan Jepang

SEMARANG (asatu.id) – Energi merupakan salah satu keutuhan penunjang produktivitas, bertambahnya kendaraan dan industri membuat polusi udara kian meningkat hal itu dibarengi dengan peningkatan kebutuhan akan energi. Sebaliknya, cadangan sumber daya alam semakin sedikit dan tidak dapat diperbarui.

Untuk mengatasi hal itu, Fakultas Tehnik Universitas Diponegoro berusaha kembangkan energi alternatif yang ramah lingkungan. Undip sebagai salah satu universitas yang mengembangkan energi alternatif, mereka menempati urutan ke 3 nasional. Atas dasar Tridarma Perguruan Tinggi, Undip terus mengembangkan energi alternatif.

Ir. M. Agung Wibowo Dekan FT menjelaskan saat menjadi pembicara workshop di Hotel Crowne Semarang, Jumat (19/1). Undip sedang mengembangkan Green Metrik, yaitu energi alternatif yang ramah lingkungan. Green Metrik adalah proses mereduksi emisi gas karbon. Ia menambahkan, pada proyek tersebut Undip mengembangkan Mikro Hidro pada waduk pendidikan dan Solar Cell untuk kebutuhan listrik.

“Kami bekerja sama dengan pemerintah Toyama City, kami sudah menjalin komunikasi pada juli 2017 dan telah melakukan berbagai macam diskusi terkait dengan pengembangan energi alternatif,” katanya.

Selain itu, Proyek yang digagas Pemerintah Kota Semarang untuk pengembangan transportasi ramah lingkungan baru-baru ini Fakultas Tehnik didaulat menjadi  salah satu konsultan dan tenaga ahli.

Ke depan, Undip akan terus menjalin kerja sama dengan pihak-pihak dari luar negeri agar pertukaran ilmu lebih cepat dengan harapan bisa menambah jumlah mahasiswanya belajar di luar negeri.

32

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan