BAPPEDA Gelar Workshop Transportasi Ramah Lingkungan

SEMARANG (asatu.id) – Rencana proyek transportasi ramah lingkungan yang baru-baru ini digagas Pemkot Semarang ditanggapi serius oleh BAPPEDA. Beberapa hari setelah pihak dari Jepang selaku kontraktor proyek menggelar audiensi dengan Hendi, BAPPEDA melanjutkan dengan menggelar workshop di Hotel Crowne, Jumat (19/1).

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan kementerian lingkungan hidup dari Jepang dan Indonesia, Pacific Consultant selaku kontraktor, dinas-dinas terkait dan tenaga ahli yang diambil dari beberapa unuversitas.

Workshop tersebut membicarakan rencana proyek transportasi ramah lingkungan mulai dari rencana anggaran, renacan kerja dan pembagian hasil.

Junichi Fujino perwakilan dari kontraktor proyek menjelaskan bahwa workshop ini diselenggarakan untuk memaparkan hasil Fisibility Study tentang proyek-proyek Join Credit Mekanisme yaitu perdagangan karbon antara Indonesia dengan Jepang  yang bekerja sama melalui menko perekonomian.

Semarang dipilih sebagai lokasi proyek karena sebelumnya pihak kontraktor telah melakukan kerja sama dengan Undip di bidang pendidikan, alasan kedua kota Semarang dan Toyama City bagian dari 100 kota tangguh dunia berdasarkan data Rockefeller Foundation.

“Kita mencoba mengembangkan transportasi ramah lingkungan dan mengembangkan Solar Cell untuk sekolah-sekolah dan rumah sakit,” ucap Fujino melalui translatornya. Ia menambahkan, dengan nilai proyek lebih dari 5 Miliar diharapkan perkembangan energi alternatif akan semakin baik di Indonesia.

Proyek ini direncakan akan dimulai pada bulan September, untuk pembangunan Solar Cell akan memakan waktu 3 hingga 6 bulan. Diharapkan pada tahun depan Solar Cell dan transportasi ramah lingkungan bisa mulai beroprasi. (kurnia)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *