Satpol PP Semarang Miliki Cara Baru Patroli di Trotoar

SEMARANG (asatu.id) – Pada umumya, alat transportasi roda dua mirip scooter yang dinamakan segway digunakan untuk bermain-main di jalan, taman, atau komplek perumahan. Namun, mulai 2018, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Semarang menggunakan segway ini untuk berpatroli.

Segway adalah kendaraan beroda dua (kanan-kiri) yang dikendalikan menggunakan keseimbangan badan. Alat kemudi Segway mirip dengan alat kemudi otopet, seperti stang sepeda atau sepeda motor, guna membelokkannya ke kanan atau ke kiri.

Alat transportasi yang menggunakan sumber daya listrik ini digunakan Satpol PP Kota Semarang untuk berpatroli di pedestrian-pedestrian di Kota Semarang, khususnya di Jalan Imam Bonjol, Kawasan Tugu Muda, Jalan Pemuda di Kota Semarang. Terdapat delapan armada yang disediakan Satpol PP untuk berpatroli.

Indah, satu di antara petugas bagian Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kota Semarang, menerangkan bahwa tujuan dari penggunaan segway adalah menertibkan pedestrian (trotoar).

“Tugas utama kami adalah patroli trotoar, jadi kami menghalau para pedagang kaki lima (PKL) dan para pengendara motor atau mobil yang melewati atau berada di sepanjang trotoar,” ujarnya Kamis (18/1).

Ia menambahkan bahwa tujuan dari penggunaan segway itu adalah agar lebih mengedepankan Satpol PP yg tegas tetapi tetap humanis.

“Karena kami ingin mengembalikan fungsi sebenarnya trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki, bukan untuk lahan berdagang dan parkir motor atau mobil,” tambahnya.

Indah mengaku bahwa dia tidak perlu belajar ataupun melakukan latihan dalam menggunakan segway ini.

“Saya pertama kali difasilitasi alat segway langsung saya coba mengemudikannya dan bisa,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *