Olahraga Yang Berprestasi Menghasilkan Pajak Yang Tinggi

SEMARANG (Asatu.id) – Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang digemari manusia. Seiring berkembangnya waktu, olahraga menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan. Bahkan, olahraga prestasi dapat jadi salah satu penyumbang pajak yang menggiurkan.

Di Indonesia perkembangan industri olahraga masih belum terlalu baik sejalan dengan ajegnya prestasi olahraga yang dicapai Indonesia di kancah internasional. Kondisi tersebut cukup memprihatinkan, ditengah tingginya minat masyarakat terhadap olahraga.

Kepala BPPD Jateng Dr.Ir. Ihwan Sudrajat menyayangkan hal tersebut saat menggelar diskusi Prime Topik di Quest Hotel, Kamis (18/1). Menurutnya olahraga yang berprestasi akan menghasilkan pajak yang tinggi. Pajak tersebut diperoleh dari adanya sponsorship, pajak iklan, pajak sewa tempat dan berbagai macam pajak lainnya.

Ia menambahkan, sejauh ini penerimaan pajak terbesar pemerintah hanya mengandalkan sektor pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan serta pajak rokok.  Olahraga sangat berkaitan dengan produktvitas,

“Kualitas indeks SDM kita baik maka tingkat ekonomi juga akan meningat. Kalau pajak kita tinggi maka alokasi untuk pembinaan olahraga juga tinggi, kalau olahrga kita berprestasi maka penerimaan pajak kita juga tinggi,” ucapnya.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak di Jawa Tengah masih rendah. Perlu adanya peningkatan dan sosialisasi lebih lanjut mengenai pajak. Tingkat kesadaran pajak masyarakat berkisar antara 68% – 70%.

Perlu adanya perhatian yang serius dari pemerintah terkait dengan pajak dan olahraga, terlebih saat ini masih sangat minim perusahaan swasta yang mendukung perkembangan olahraga di Indonesia.

Saat ini hanya olahraga populer seperti sepak bola dan bulu tangkis yang mendapatkan dukungan baik dari perusahaan swasta, padahal banyak cabor yang potensial menyumbang prestasi membutuhkan dukungan serupa. (kurnia)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *