Fajar: Aparatur Sipil Negara Harus Netral

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Bawaslu Jateng, Fajar Subkhi mengatakan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus netral dan tidak terlibat semua bentuk kegiatan yang berhubungan dengan Pilkada. Termasuk jika menjadi keluarga salah satu calon kepala daerah.

“Kecuali ada aturan baru yang dikeluarkan untuk pengecualian. Selama belum ada ketentuan atau peraturan baru, Semua ASN harus netral. Enggak tahu kalau aturan itu diubah saat masa kampanye nanti. Kami hanya menjalankan tugas sesuai UU yang berlaku,”ujarnya, Kamis (18/1).

Istri petahana Gubernur Jateng, yakni Siti Atiqoh Supriyanti ikut diklarifikasi Bawaslu karena hadir ketika suaminya, Ganjar Pranowo mendaftar ke KPU.

Di mana Atiqoh merupakan ASN di Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Jawa Tengah. Berdasar status ASN itu pulalah Bawaslu berani memanggil Atikoh untuk dimintai keterangan. Atikoh, lanjut Fajar, juga sudah memenuhi panggilan Bawaslu.

“Kami belum bisa memberikan sanksi secara tegas, mengingat pada Pilgub Jateng kali ini belum ada calon yang ditetapkan. Akhirnya, sanksi kami kembalikan ke instansinya untuk memutuskan. Dari instansinya sudah memberikan sanksi moral,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi, Atiqoh sudah mengambil cuti satu tahun dan di luar tanggungan negara. Meski demikian status ASN masih melekat, sehingga menurut Fajar memang perlu aturan yang jelas terkait ASN yang merupakan istri atau suami dari pasangan calon.

Dalam Pilgub Jateng kali ini, adapun Ganjar Pranowo kembali mencalonkan diri bersama Taj Yasin. Keduanya diusung empat partai, yakni PDIP, Demokrat, Nasdem, dan PPP. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *