Pemprov Jateng Alokasikan Anggaran Bencana Rp 38 Miliar

SEMARANG (Asatu.id) – Pemprov Jateng masih siaga untuk mengantisipasi berbagai bencana di Jateng. Apalagi Jateng merupakan supermarket bencana dan hampir seluruh daerah rawan. Karena itulah, Pemprov Jateng masih mengalokasikan anggaran mencapai Rp 38 miliar untuk bencana.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Pramana, mengatakan bencana masih menjadi perhatian khusus, mengingat dari 35 daerah kabupaten/kota di Jateng, hanya Kota Magelang dan Salatiga yang dinyatakan bebas bencana.

“Selain itu anggaran yang digelontorkan digunakan untuk pembuatan peralatan Early Warning System, sampai pembuatan forum penanganan bencana di tingkat desa,” katanya dalam diskusi bersama DPRD Jateng dengan tema Mitigasi Bencana Alam, di Hotel Quest, Senin (15/1).

Ia menambahkan, salah satu yang dilakukan dengan menaikkan anggaran bencana. Jika tahun lalu sebesar Rp 23 miliar, tahun 2018 anggaran meningkat menjadi Rp 38 miliar.

“Anggaran bertambah, tapi memang masih kurang jika terjadi bencana alam. Awal tahun ini saja sudah terjadi longsor di Cilacap, Purworejo dan Wosonobo,” tambahnya.

Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid mengapresiasi langkah tanggap bencana yang sudah Pemprov Jateng lakukan. Ia meminta mitigasi bencana lebih digalakkan agar bisa meminimalisir korban saat bencana.

“Hampir semua daerah ada rawan bencana. Jadi harus berupaya jangka panjang untuk memiliki kesadaran terhadap bencana,” katanya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *