Rp 156 Miliar untuk Benahi Kawasan Kota Lama

SEMARANG (Asatu.id) – Proyek revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang sudah mulai digarap dengan gelontoran dana mencapai Rp 156 miliar. Hal ini bertujuan untuk membenahi kawasan Kota Lama Semarang yang penuh dengan bangunan-bangunan cagar budaya.

Proyek ini bagian dari revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang dengan didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rencananya polder mini akan segera dibangun di kawasan Kota Lama Semarang sebagai salah satu upaya penanggulangan rob dan banjir.

Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang menjelaskan, polder mini pertama akan dibangun di Taman Bubakan, sementara polder mini kedua di sekitar Jembatan Berok.

“Pengerjaan revitalisasi Kota Lama dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, Jalan Letjen Suprapto ke arah selatan, meliputi Jalan Mpu Tantular, Jalan Kepodang, Jalan Cenderawasih, sampai Bubakan,” ujarnya.

Mbak Ita sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu menambahkan, di Taman Bubakan nantinya akan dibangun polder mini untuk membantu menanggulangi rob dan banjir seiring dengan revitalisasi yang membuat kawasan akan semakin cantik dan indah untuk pariwisata.

Tahap, selanjutnya Jalan Letjen Suprapto ke arah utara, meliputi Jalan Branjangan, Jalan Garuda, Jalan Kedasih, Jalan Mpu Tantular, hingga Jembatan Berok yang juga akan dilengkapi dengan polder mini.

“Proyek revitalisasi kawasan Kota Lama ini mendapatkan sambutan dari banyak investor, seperti investor dari Taiwan yang rencananya mau membangun kafe di Jalan Kepodang, dan banyak lainnya,” katanya.

Menurut dia, iklim investasi tentu dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti tidak adanya hunian-hunian liar dan pedagang kaki lima (PKL) liar, sehingga semua pihak harus menjaga agar lingkungan tetap bersih.

Sebenarnya, lanjut Mbak Ita, banyak yang berkeinginan berinvestasi di kawasan Kota Lama Semarang, sehingga iklim investasi yang sudah berjalan baik harus dijaga agar investor merasa nyaman, termasuk dengan revitalisasi kawasan.

“Apalagi Semarang kan merupakan kota perdagangan dan jasa. Makanya, nanti di kawasan Kota Lama Semarang akan semakin diperbanyak kegiatan, termasuk kehadiran ‘tenant’ berskala internasional,” tandasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *