Pertumbuhan Aset Keuangan Dalam Negeri Masih Tinggi

SEMARANG (Asatu.id) – Potensi pertumbuhan aset sektor keuangan dalam negeri masih tinggi. Hal ini ditopang oleh beberapa faktor seperti jumlah penduduk, proses industrialisasi, untuk perekonomian. Dan diharapkan semakin efektif setelah kebutuhan infrastruktur dasar terpenuhi.

Mantan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, pengembangan sektor domestik ke depan akan dihadapkan dengan beberapa tantangan yang perlu diantisipasi. Di sisi lain upaya pengoptimalan peranan jasa keuangan perlu dilakukan, dengan menyentuh aspek fundamental melalui pendalaman pasar modal, serta peningkatan kapasitas asuransi dana pensiun.

“Sangat penting memperhatikan aspek aspek perilaku yang dapat mempengaruhi daya dukung sektor keuangan, misalnya terkait pemanfaatan produk dan layanan oleh masyarakat. Termasuk perkembangan tekhnologi keuangan dan layanan keuangan digital, sehingga sektor jasa keuangan dituntut menyelaraskan diri dengan perkembangan jaman,” ujar Muliaman Jumat (12/1).

Penataan sektor jasa keuangan nasional harus dilakukan dengan perencanaan yang baik dan tepat. Serta memperhatikan kesiapan infrastruktur, pelaku, dan pasar domestik. Hal ini harus dilakukan pada interkoneksi dan kompleksitas sektor keuangan yang harus meningkat. Kesenjangan ekonomi dan rendahnya literasi keuangan serta, maraknya layanan keuangan digital dan fintech.

Menurutnya, peningkatan pemahaman keuangan akan mampu mengubah perilaku dari seluruh pelaku sektor jasa keuangan serta masyarakat. Sehingga mengurangi, resiko yang berlebihan.

“Akses keuangan yang lebih merata di berbagai pelosok daerah, dan dapat terjangkau oleh masyarakat dari seluruh kalangan, turut berperan penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tambahnya.

Muliaman menjelaskan, inklusif dapat mengikat beberapa aspek kontributif dan stabil dalam koridor perkembangan peran industri jasa keuangan bagi perekonomian.

“Kita tidak melihat adanya trade off melainkan sektor jasa keuangan dapat bertumbuh pada saat yang sama terpelihara stabilitasnya, serta mengakar sebab didukung oleh inklusi dan literasi keuangan yang meningkat dan perilaku bertanggung jawab,” pungkasnya. (is)

 

16

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan