2018, Kemenkumham Jateng Kuatkan Strategi Pemasyarakatan

SEMARANG (Asatu.id) – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jateng menggelar pengarahan dari Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan,  di Aula Kanwil Kemenkumham Jateng, Jalan Dr. Cipto No. 64 Semarang, Rabu (10/1).

Plt  Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Dr Mardjoeki kunjungi Kemenkumham Kanwil Jateng untuk mengumpulkan seluruh jajaran pemasyarakatan. Pihaknya ingin memperkuat strategi tugas dan fungsi pemasyarakatan pada tahun 2018.

“Dalam menyongsong tahun 2018, harapan kita, apa yang sudah dicapai tahun 2017 bisa kita tingkatkan terus untuk mencapai prestasi yang lebih baik dalam pelaksanaan tugas-tugas pemasyarakatan,” ungkapnya saat disambangi Asatu.id.

Hasil evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pemasyarakatan berjalan sesuai dengan pedoman yang diberikan. Meskipun ada peristiwa-peristiwa yang tidak bisa dipungkiri, hal ini sebagai pengalaman dan pembelajaran untuk tahun 2018 baik dalam hal pelayanan, pemberian hak-hak narapidana maupun pemberian keamanan dan ketertiban.

Selain itu, pihaknya akan memberikan kebijakan memisahkan narapidana narkotika ke beberapa lapas yang telah disiapkan. Hal ini terkait jaringan peredaran narkotika di dalam lapas masih sangat kuat.

“Penghuni lapas sebagian besar adalah narapidana kasus narkotika. Ini merupakan strategi untuk menyikapi tingginya kasus narkotika,” tandasnya.

Terkait tujuh napi kabur di Lapas Pekalongan, saat ini lima napi telah tertangkap dan dua masih dalam pengejaran. Pihaknya akan terus mengupayakan dengan melakukan pengejaran napi-napi yang belum tertangkap.

“Bagi yang sudah tertangkap tentu akan ada sanksinya yaitu hak-haknya akan dikurangi dari yang diterimanya,” tutupnya. (is)

 

59

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan