APBD Kota Semarang 2018 Rp 5,17 Triliun

SEMARANG (Asatu.id) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang tahun 2018 meningkat tajam dibandingkan tahun lalu. Pada 2018 ditetapkan sebesar Rp 5,17 triliun atau naik Rp 0,42  triliun pada 2017, yakni Rp 4,75 trilun.

Kenaikan APBD itu dilontarkan Walikota Semarang Hendrar Prihado saat memberikan pengarahan kepada para pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Semarang, di Gedung Lokakrida lantai 8 Semarang, Selasa (10/1).

Hendrar Prihadi menyatakan jika dirinya sangat tidak menyukai budaya menunda-nunda pekerjaan, baik dalam bentuk kegiatan maupun proyek pembangunan. Apalagi, APBD yang dikucurkan oleh Pemerintah Kota Semarang pada tahun 2018 ini nilainya lebih besar dibanding dengan APBD tahun lalu. Paling tidak baginya, jika APBD tahun ini lebih besar maka semangat kerja para OPD harus lebih meningkat.

“Kegiatan lelang misalnya, yang nilai kontraknya besar-besar tidak segera dilakukan di awal tahun, sehingga terjadi proyek pembangunan tidak selesai. Saya tidak ingin budaya ‘ngende-ende’ atau ‘ngulur ulur’  pekerjaan masih dilakukan di tahun ini. Tahun ini APBD kita sebesar Rp 5,17 triliun sementara tahun 2017 kemarin Rp 4,75 triliun. Logikanya, kenaikan anggaran ini juga harus diimbangi dengan peningkatan kinerja,” katanya.

Wali Kota Hendi mengingatkan kinerja PNS Pemerintah Kota Semarang yang tersebar di 51 OPD dan 7 penerima hibah itu jangan sampai ibarat cerita kelinci yang kalah lari dengan seekor kura-kura. Kura-kura memenangkan lomba lari itu hanya karena sang kelinci mengulur-ulur waktu dan sadar dengan kekalahannya saat kura-kura yang pertama kali masuk garis finish.

“Namun karena tidak menghargai waktu, kelinci pun baru sadar disaat waktu sudah mepet dan tidak bisa selesai sampai finish karena waktunya habis. Sementara kura-kura yang meski perlahan-lahan namun benar-benar memanfaatkan waktu sehingga berhasil mencapai garis finish.  Inilah gambarannya, manfaatkan waktu semaksimal mungkin mumpung ini di awal-awal tahun anggaran,” jelasnya.

Wali Kota Hendi mengharapkan, dengan kinerja Pemerintah Kota Semarang di tahun 2017 lalu meraih puluhan penghargaan menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik. Sehingga, kinerja di tahun 2018 menjadi lebih baik lagi.

“Lakukan komunikasi, jangan lagi ada yang namanya ego sektoral. Saya tidak ingin di tim Pemerintah Kota Semarang ada yang merasa lebih hebat dari yang lain. Tahun 2017 telah kita lalui dengan catatan luar biasa. Indikatornya dapat kita lihat dengan diraihnya puluhan penghargaan baik tingkat provinsi, nasional maupun internasonal. Ini menunjukkan kinerja kita sudah on the right track. Saya ingin capaian positif kita di tahun 2017 kemarin menjadi motivasi kawan-kawan, bagaimana caranya mempertahankan dan meningkatkan performa kinerja di tahun 2018,” pungkas Walikota Hendi. (is)

 

 

 

141

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan