RS KRMT Wongsonegoro Kembangkan Fasilitas Kesehatan Rp 83 Miliar

SEMARANG (asatu.id) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melakukan peresmian dan tinjauan Gedung IBS RS KRMT Wongsonegoro, Senin (8/1).  Rumah sakit yang terletak di Jalan Fatmawati No.1 Mangunharjo, Tembalang ini semula dikenal dengan nama RSUD Kota Semarang, juga biasa disebut Rumah Sakit Ketileng.

Wongsonegoro sendiri adalah nama Gubernur Jateng yang pernah mengalami peristiwa pertempuran 5 hari di Semarang. RS tersebut berdiri tahun 1990 dan diresmikan oleh Wali Kota Semarang kala itu, Iman Soeparto Tjakrayuda.

Hendrar Prihadi saat peninjauannya ke RS KRMT Wongsonegoro, mengatakan komitmen sebuah proses percepatan pembangunan tidak lepas dari sektor kesehatan. Hal ini paling fundamental yang harus segera dibenahi. Selain pengembangan program-program Universal Health Coverage (UHC) dan pengembangan puskesmas, Pemerintah Kota Semarang juga mengeluarkan anggaran yang cukup besar dari tahun ke tahun.

“Untuk itu kita melakukan tinjauan ini untuk berbenah melakukan pengembangan di RS KRMT Wongsonegoro. Di tahun 2017 paling tidak ada ada dua kegiatan besar. Ada pembangunan gedung IBS, ICU terpadu dengan anggaran Rp 59 miliar plus di dalamnya dilengkapi dengan alat MRA Rp 24 miliar terbaik se-Jateng. Paling tidak sudah sekitar Rp 83 miliar,” tandasnya kepada Asatu.id. 

Hendi menambahkan, hal ini belum termasuk pengadaan-pengadaan seperti fasilitas-fasilitas alat kesehatan lainnya. Pemerintah Kota Semarang juga berupaya bahwa masyarakat harus bisa mendapatkan pelayanan yang paling sempurna dengan harga yang  tidak mahal. Bahkan untuk warga yang memakai kelas III akan dibebaskan dengan program UHC.

Sementara itu, Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, dr Susi Herawati MKes menjelaskan fasilitas Gedung IBS RS KRMT Wongsonegoro antara lain ada 11 ruang bedah sentral, 12 ruang ICU, 25 ruang tokuniku, ruang radiologi.

“Ke depannya kami akan mengembangkan dan menyiapkan fasilitas-fasilitas yang lebih baik lagi. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak wali kota yang luar biasa memberi kesempatan kami untuk mengembangkan RS ini.,” ungkapnya.

Tahun 2018, lanjut dia, akan membangun rawat jalan yang selama ini kurang representatif dengan anggaran sebesar Rp 120 miliar, kemudian peralatan kesehatan yang lain juga disiapkan. Khusus untuk pasien yang sakit batu ginjal atau empedu bisa langsung operasi di sini tanpa harus merujuk.

“Untuk kelas III sampai saat ini ada 310, seandainya kelas III penuh kami bisa naikkan kelas II tanpa yang bersangkutan menambah biaya. Tahun 2019 kita bangun lagi kelas III dengan nama gedung Nakula dan Sadewa, “ tutupnya. (is)

 

 

46

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan