Kawasan Kota Lama Tidak Kehilangan Rohnya

Caption : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Kiri) bersama Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu (Kanan) saat penandatanganan prasasti Gedung Oudetrap (Kurnia/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah melaksanakan groundbreaking Pembangunan Penataan Kota Lama Semarang, Senin (8/1) di depan Taman Sri Gunting, Kota Lama Semarang.

Pembangunan tersebut akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembangunan ini menggunakan anggaran sebesar 156 miliar untuk menata infrastruktur Kawasan Kota Lama di antaranya jalan, taman, kolam, drainase, dan jaringan utilitas.

Hendrar Prihadi mengatakan, bahwa Kawasan Kota Lama ini merupakan kawasan yang sangat seksi untuk bisa dijual di tingkat pariwisata. Harapannya Kawasan Kota Lama bisa berkembang lebih baik sesuai dengan ketentuan.

“Ini potensi yang sangat luar biasa, bangunan cagar budaya yang kita miliki harus dirawat dan tidak menghilangkan marwah maupun roh bangunannya,” ujarnya kepada Asatu.id

Tujuan penataan Kawasan Kota Lama ini adalah mengembangkan potensi pariwisata dan menjadi satu di antara destinasi wisata di dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini merupakan satu di antara target Pemerintah Kota Semarang untuk mengembangkan Kawasan Kota Lama Semarang menjadi lebih baik, indah, tertata, hijau dan cantik.

Pemerintah Kota Semarang juga melakukan pembangunan dan rehabilitasi Gedung Oudetrap. Rehabilitasi tersebut dalam rangka upaya Pemerintah Kota Semarang untuk merevitalisasi Kawasan Kota Lama.

“Diharapkan, hal itu dapat mengembangkan pariwisata Kota Semarang sehingga perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang dapat meningkat,” tutupnya.

17

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan