Data BLU, 969 Barang Penumpang BRT Pernah Tertinggal

SEMARANG (asatu.id) – Dari catatan Staf divisi Operasional bagian ALKOM (Alat Komunikasi) BLU Trans Semarang, terdapat 969 barang para pengguna BRT Trans Semarang yang tertinggal selama tahun 2017, baik itu di dalam bus maupun di shelter.

Barang tertinggal tersebut paling sering adalah helm, jaket, dan juga barang berharga seperti handphone, dan dompet.

Namun juga seringkali ada barang yang tertinggal berupa belanjaan dari penumpang. Bahkan, pernah tertinggal pisang satu sisir di armada koridor 4 pada bulan juli, kemudian kacang godok satu kresek di armada koridor 1 pada bulan agustus, dan juga keripik 1 kardus pada bulan Juni 2017.

Plt Kepala UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, banyaknya barang yang tertinggal biasanya pada jam-jam sibuk tiap harinya, di mana para penumpang yang fokus menunggu armada bus, atau fokus segera turun dari bus.

Akhirnya, banyak para penumpang yang kelupaan terhadap barang bawaannya. Sehingga banyak sekali barang-barang yang ditemukan oleh penumpang lain atau oleh petugas Trans Semarang.

“Nah, dari control room akan diberitahukan ke seluruh petugas lewat radio khusus yang terkoneksi dengan seluruh bus dan seluruh petugas kami, dan juga kami share di grup Whatsapp petugas. Begitu juga sebaliknya jika ada penumpang yang merasa kehilangan barang dan sudah menyampaikan ke petugas, petugas akan menanyakan hilangnya dimana dan akan koordinasi dengan control room untuk mencocokan barang temuan dengan penumpang yang kehilangan barang,” ujarnya, Minggu (7/1).

“Untuk saat ini, penyerahan barang kami lakukan di shelter-shelter transit dan di pool masing-masing koridor,” imbuhnya.

Mengantisipasi hal hal tersebut,  \pihaknya berupaya menyediakan tempat untuk seperti tempat khusus “Lost and Found”. Rencananya, di tahun 2018 ini akan membangun pusat informasi di tengah kota.

Shelter lama di depan SMA 5 yang sudah tidak digunakan karena efek sistem satu arah, itu nantinya ruangannya akan digunakan untuk pusat informasi sekaligus tempat untuk menjual produk non tunai untuk pembayaran BRT,” tukasnya. (is)

 

26

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan