Wayang Kulit Cermin Budaya Jawa

SEMARANG (asatu.id) – Teater Lingkar bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, semalam, menggelar pergelaran wayang kulit malam Jumat Kliwon. Pementasan kali ini merupakan yang ke-264.

Pergelaran dihelat Kamis malam (4/1) mulai pukul 21.00 WIB, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, menghadirkan dalang asal Solo, Ki Warsena Slank yang memainkan lakon Kresna dalam pergelaran tersebut.

Wakidi, salah seorang pengunjung asal Kendal kepada  asatu.id  mengatakan wayang kulit imerupakan budaya Jawa, dan jarang-jarang diadakan di kota besar. “Saya datang jauh-jauh dari Kendal hanya ingin melihat pertunjukan wayang kulit yang hanya ada setiap malam Jumat Kliwon ini,” ujarnya.

Dalam setiap penampilannya Ki Warsena Slank terkenal mampu menghipnotis para penonton lewat alur cerita dunia pewayangan maupun dagelannya yang kocak.

Tidak hanya mampu menyedot ratusan pengunjung yang datang dalam pagelaran wayang kulit, namun nama besar Ki Warsena Slang juga dapat mendatangkan puluhan pedagang untuk mengais rejeki pada acara wayang kulit semalam. Dan yang unik, pegelarannya selalu dimanfaatkan pedagang wayang kulit untuk menjajakan dagangannya di tengah keramaian.

Mbah Suwarno, perempuan berusia 70 tahun ini, mengaku sudah berjualan selama kurang lebih 40 tahun “Saya sudah jualan sejak tahun 70an. Setiap ada pertunjukan wayang kulit, saya selalu membuka lapak wayang kulit, meskipun tidak ada yang beli saya tetap jualan,” tuturnya.

Kesetian Mbah Suwarno ini merupakan dedikasi kecintaannya terhadap wayang kulit, di mana wayang kulit merupakan budaya asli Jawa dan harus tetap dilestarikan. (is)

 

23

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan