Bunuh Diri Sedang Ngetren, Apa Penyebabnya?

SEMARANG (asatu.id) – Beberapa waktu yang lalu nitizen dihebohkan dengan aksi bunuh diri musisi top dunia. Tidak hanya di luar negeri, di Indonesia juga sering kita jumpai kasus bunuh diri mulai dari mahasiswa, orang tua hingga artis yang berniat bunuh diri karena terlilit utang.

Berbagai faktor menyebabkan orang berniat bunuh diri mulai dari himpitan ekonomi, frustrasi dan faktor psikologis lainnya. Dalam liputan ini, asatu.id akan mengulas fenomena bunuh diri yang dikaji berdasarkan sudut pandang psikologi.

Abdul Haris Fitri Anto merupakan Dosen Psikologi Unnes yang ditemui asatu.id, di Nir Cafe, Kamis (4/1). Ia akan berbagi pengetahuan mengenai fenomena bunuh diri yang sekarang sedang marak. Dalam psikologi bunuh diri disebabkan oleh disstres yaitu kondisi seseorang yang sedang mengalami sebuah masalah yang berat kemudian orang tersebut cendurung berpikir irasional dan ditunjukkan dengan cara ia menyakiti diri sendiri.

Di sisi lain, bunuh diri juga bisa dikatakan sebagai mekanisme pertahanan diri. Ia mencontohkan, orang yang memiliki pemikiran lebih baik mati dari pada harus menanggung malu sehingga melakukan bunuh diri atau berniat bunuh diri untuk menghindari hutang-hutangnya.

Setiap usia memiliki resiko untuk bunuh diri, ketika usia muda disebabkan oleh labilnya emosi dan bunuh diri dialami orang dewasa lebih disebabkan oleh disstres.

Menurutnya, terdapat ciri-ciri khusus orang yang akan melakukan bunuh diri seperti tidak bisa berpikir secara rasional, memiliki banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan, kecenderungan menutup diri yang ditopang oleh kepribadian yang tidak tangguh. Selain itu, orang yang memiliki pemikiran untuk bunuh diri akan melakukan agresi kedalam yaitu dengan menyakiti diri sendiri.

Ada berbagai cara untuk mengurangi resiko bunuh diri kepada orang yang mempunyai masalah, seperti melakukan hal-hal yang menyenangkan, terbiasa untuk terbuka dengan orang lain dan menceritakan masalah yang dihadapi kepada orang terdekat akan mengurangi resiko bunuh diri, paparnya.

“Apapun alasannya, bunuh diri adalah tindakan yang irasional dan bodoh, jangan biarkan masalah menguasai diri kita, tapi kita yang menguasai masalah,” tutupnya. (Kurnia)

76

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan