KPU Jateng Imbau Paslon Lengkapi Berkas Pendaftaran

SEMARANG (asatu.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah mengimbau kepada semua parpol dan paslon yang akan diusung agar persayaratan pencalonan harus sesuai ketentuan UU Nomor 10 Tahun 2016.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo. Joko mengimbau agar parpol dan paslon yang diusung mempersiapkan berkas administrasi pendaftaran selengkap mungkin.

“Untuk tanggal 8 dan 9 kantor KPU melayani sampai pukul 16.00 WIB sesuai jam kerja, sedang khusus tanggal 10 akan dibuka sampai pukul 00.00 WIB,” ujarnya, Kamis (4/1).

Setelah paslon daftar, Joko menerangkan akan dilanjut dengan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan dipusatkan di dua rumah sakit di Jateng, baik untuk Pilgub maupun tujuh Pilkada daerah.

Dua rumah sakit itu yakni RS Dr Kariadi Semarang dan RS Dr Muwardi Surakarta. Penunjukan dua rumah sakit  itu sesuai rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jateng yang mendasarkan pada UU, yakni harus RS tipe A.

“Kita akan bagi jadi dua tempat pemeriksaan kesehatan, ketetapan sementara yang Pilgub dan tiga Pilkada yakni Kabupatan Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Kudus dipusatkan di RS Kariadi, sisanya empat Pilkada di RS Muwardi, pertimbangan ini karena lokasi dan jarak saja,” katanya.

Setelah pemeriksaan kesehatan, akan dilanjut penelitian administasi dan verifikasi faktual sampai tanggal 16 Januari. Persyaratan administrasi seperti, jika paslon dari partai maka harus ada surat rekomendasi dari DPP masing-masing, jika koalisi partai maka harus ada surat rekomendasi gabungan partai itu.

“Namun, jika terjadi kekurangan persyaratan selama masa pemeriksaan administrasi. KPU akan memberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan persyaratan selama tiga hari (17-20/1),” imbuhnya.

Joko juga menegaskan, selama proses pendaftaran paslon pihaknya hanya melayani dan mengurus paslon yang mendaftar. Terkait adanya tim sukses yang akan ikut mendampingi, dibolehkan namun tidak akan dilayani.

“Kita nanti hanya mengurus paslon. Massa timses nanti akan ada batasannya. Misal kedatangan paslon dengan partai dan timses silakan saja,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *