BPJS Kesehatan Komitmen Capai UHC di 7 Wilayah

SEMARANG (asatu.id) – Sejumlah tujuh daerah di provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk pencapaian Universal Health Care (UHC) dan mengintegrasikan Jamkesda dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Saat ini baru dua daerah, yakni Kota Semarang dan Kota Yogyakarta yang masuk dalam cakupan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang sudah menerapkannya.

Deputi Direksi Wilayah Jateng DIY, Aris Jatmiko memaparkan, ketujuh wilayah yang berkomitmen mencapai UHC yakni Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kabupaten Sukoharjo, Sragen dan Kota Surakarta. Berbagai strategi juga akan dilakukan salah satunya sinergi dengan pemerintah daerah setempat untuk memperluas cakupan kepesertaan dengan memastikan seluruh penduduknya menjadi peserta JKN-KIS atau dengan tercapainya UHC.

“Untuk di Jateng dan DIY sebanyak 40 kabupaten/kota telah melakukan integrasi terhadap program JKN-KIS dengan jumlah peserta 1.456.297 jiwa, sedangkan daerah yang sudah UHC baru Kota Semarang dan Yogyakarta,” papar Aris hari ini.

Ditambahkan, peran pemda saat ini sudah sangat baik dan mendukung dari sisi komitmen, terutama dalam mendaftarkan warga menjadi peserta JKN-KIS melalui integrasi dengan program Jamkesda. Pihaknya berharap seluruh pemda bisa melakukan hal serupa dan merealisasikan rencana strategis nasional serta amanah UU Nomor 40 Tahun 2004.

Sementara itu, sepanjang tahun 2017 hingga bulan November BPJS Kesehatan telah menerima pembayaran iuran dari peserta sebesar Rp 3,7 triliun dari wilayah Jateng-DIY. Namun pembayaran atas klaim yang harus dikeluarkan untuk dua wilayah yakni Jawa Tengah mencapai Rp 11,3 triliun sementara DIY sebanyak Rp 1,9 triliun sehingga total mencapai Rp 13,2 triliun. Itu berarti masih ada disparitas cukup jauh dengan defisit sekitar Rp 9,5 triliun.

Menurut dia, adanya selisih cukup banyak nominal yang harus dikeluarkan untuk klaim pembiayaan para peserta JKN-KIS ini salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas kesehatan (faskes). Selain itu juga aksesibilitas dengan faskes ini juga sedikit banyak sangat berpengaruh. (is)

14

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan