BLU Semarang Lakukan Uji Emisi Gas Buang

SEMARANG (asatu.id) – Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang Dinas Perhubungan Kota Semarang mengadakan pengecekan Bus Rapid Transit (BRT) di shelter Balaikota, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Rabu (3/1).

Pengecekan BRT yang dimulai pukul 09.00 ini meliputi uji emisi (Permen LH No 5 tahun 2006), kelengkapan surat-surat kendaraan mau pun driver (SIM, STNK, Kartu Pengawas Trayek, Buku Uji KIR).

Plt Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan kepada asatu.id mengatakan pengecekan ini mengacu pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup.

“Total keluhan-keluhan masyarakat terhadap BRT bahkan mencapai 653 keluhan terdapat 90 keluhan soal fasilitas BRT, baik dari pelayanan petugas tiket dan pengemudi mau pun dari kualitas kendaraan itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, contoh kasus seperti  kurang merapatnya BRT ke shelter, kurang ramahnya pelayanan petugas tiket, rendahnya kualitas dinginnya AC, macetnya pintu hidrolik, menipisnya ban-ban dan kurang layaknya emisi gas buang.

Emisi gas buang kendaraan bermotor, yaitu maksimal 70 persen. Bus di bawah tahun 2010 batas maksimal di bawah 70 persen, dan bus di atas 2010 batas maksimal 50 persen.

Ade manambahkan didapati enam armada BRT yang memiliki kualitas pekatan di atas 50%. Sebelum armada diperbaiki, armada dilarang untuk beroprasi. “Jika armada masih beroprasi, maka pihak yang melakukan oprasional akan diberi sanksi,” pungkasnya. (is)

 

78

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan