Oude Stad Sulap Kota Lama Menjadi Wisata Kreatif di Semarang

SEMARANG (asatu.id) Pemerintah Kota Semarang bersama BPR MMA menggelar acara soft opening Oude Stad di Jalan Sendowo Kota Lama, Sabtu (30/12) malam, acara yang digelar di sepanjang Sungai mBerok Kota Lama ini menghadirkan puluhan stand kuliner, fashion show dan juga hiburan musik pada saat soft opening.

Perwakilan BPK2L Semarang, Agus Winarto mengatakan kalau Oude Stad  merupakan destinasi baru wisata kreatif dan festival Oude Stad ini mampu menyemarakkan kawasan Kota Lama yang terkoneksi dengan kawasan Pecinan. Tentunya ini akan memberikan dampak ekonomi kepada para PKL dan masyarakat sekitar.

“Seperti yang kita tahu kawasan Kota Lama itu seperti mati sejak tahun 1970-an. Kami meyakini dengan adanya Oude Stad ini akan semakin hidup dan lebih menarik,” katanya.
Agus mengakui dalam soft launching ini banyak kekurangan. Ke depan, akan dilengkapi dengan koleksi mobil antik, motor antik dan beberapa komunitas.

Usai dilaunching ini, festival Oude Stad tidak akan langsung efektif berjalan. Festival akan vakum terlebih dahulu sembari dilakukan pembenahan melengkapi beberapa kekurangan. Rencananya, festival akan mulai berjalan pada minggu ke-3 Februari 2018 mendatang.

“Soft launching ini sekadar uji coba dulu. Nantinya tetap akan dilengkapi dengan berbagai komunitas dan lainnya,” ujarnya.

Untuk menghubungkan kawasan Kota Lama dengan Pecinan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas becak wisata yang siap mengantarkan pengunjung dari Oude Stad Kota Lama ke Pecinan. Dengan demikian, hal itu membawa efek menumbuhkan ekonomi masyarakat sebagai pengayuh becak.

“Kami yakin dengan konsep ini dapat membuat masyatakat sekitar ikut andil dalam menjaga dan merawat kawasan Kota Lama,” katanya.

Sementara itu Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andraasmara menuturkan, festival Oude Stad ini diharapkan mampu menyemarakan kawasan Kota Lama Semarang.

“Terselenggaranya festival Oude Stad ini hasil kerjasama beberapa pihak. Kami berharap kawasan ini menjadi lebih ramai dengan wisatawan,” ujarnya.

Dalam festival ini, Kadin Kota Semarang melakukan seleksi berbagai tenan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner yang mengisi festival tersebut. Seleksi tersebut dilakukan karena sasaran festival adalah para wisatawan.

“Untuk itu, tidak sembarangan UMKM yang kami tempatkan. Tentunya harus tetap menjaga kebersihan dan menunya harus higienis. Karena targetnya itu wisatawan mancanegara,” pungkasnya.

30

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan