Dishub akan Lakukan Rekayasa Lalu-Lintas

SEMARANG (asatu.id) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama forum lalu lintas Kota Semarang memfokuskan pengamanan dan keramaian lalu lintas di lima titik yang selalu menjadi tempat warga menghabiskan waktu malam tahun baru. Yaitu keramaian di Taman Tabanas Gombel, Kawasan Simpanglima, Balaikota Jalan Pemuda, Bundaran Tugumuda dan di Partai Marina.

Selain itu, Dishub juga akan melakukan penutupan beberapa ruas jalan di Kota Semarang dan melakukan rekayasa lalu-lintas. Dan juga akan menempatkan sekitar 150 petugas di titik-titik jalan yang rawan terjadi kemacetan. Sehingga petugas bisa mengurai dengan mengarahkan kendaraan yang terjebak dalam kemacetan tersebut.

Sejumlah akses jalan diberlakukan penutupan yakni jalan menuju Simpanglima, melalui jalan Pandanaran mulai perempatan Mugas yang akan ditutup sejak Minggu(31/12) pukul 20.00 WIB hingga Minggu(1/1) pukul 03.00 WIB. Dengan adanya penutupan ini, maka Jalan MH Thamrin mulai dari Simpang KFC sampai Kampung Kali diberlakukan dua arah. Tak hanya ruas Jalan MH. Thamrin, Jalan Indraprasta dan Jalan Imam Bonjol juga akan diberlakukan dua arah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang M Khadik menjelaskan, terkait rekayasa tersebut, yakni kendaraan dari arah utara meliputi Jalan Pemuda, Jalan Tanjung dan Jalan Depok, yang akan menuju ke bundaran Tugumuda, dialihkan ke arah Jalan Pierre Tendean. Jalan tersebut yang sebelumnya satu arah dari barat ke timur, akan dibalik menjadi dari timur ke barat.

“Lalu kendaraan yang akan menuju Simpang Lima, di perempatan Taman Pandanaran, kendaraan akan diarahkan ke Mugas. Serta mengubah kembali fungsi menjadi dua arah Jalan Thamrin yang dari perempatan sampai Kampung Kali. Sehingga kendaraan yang akan ke timur bisa melewati Mugas atau Kampung Kali,” ujarnya.

Dishub juga akan menyiagakan petugas mobile, mobil derek, water barrier, dan traffic cane untuk menangani kemacetan jika sewaktu-waktu diperlukan. Terkait waktu penutupan ruas jalan Pemuda, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan penyelenggara acara di Balaikota.

“Penutupan jalan dan rekayasa lalu-lintas yang dilakukan dimaksudkan untuk memberikan keamanan, kenyamanan dan keselamatan bagi warga yang ikut euforia perayaan malam tahun baru di Kota Semarang,” tukasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *