Tampung Imigran Gelap, Rudenim Semarang ’Overload’

SEMARANG (asatu.id) – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang mengalami overload akibat ditempati51 imigran gelap. Rencananya mereka akan dipindahkan ke Jakarta.

Ramli HS, Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Jateng, saat ditemui asatu.id, di Semarang, Rabu (29/`12), mengatakan imigran gelap itu kebanyakan berasal dari Afganistan.

Imigran gelap itu rata-rata lebih dari tiga tahun menempati Rudenim. 51 imigran gelap itu sebelumnya tinggal beberapa lokasi, termasuk kawasan Puncak Bogor dan Serpong. Tetapi, beberapa bulan terakhir tanpa diduga mereka dimobilisasi oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk dikirim menuju Semarang.

“Makanya, kami sudah menyurati Direktur Penindakan dan Pengawasan Kemenkumham untuk mengembalikan mereka ke Jakarta lagi,” ujarnya.

Ramli menyatakan pemindahan imigran gelap itu merpakan upaya mengurangi jumlah penghuni Rudenim yang kini telah overload. Dengan kapasitas kamar hanya 60 unit, Rudenim Semarang kini dihuni 137 orang.

Pihaknya akan mengatur ulang alur pengiriman imigran supaya jangan seenaknya mencari daerah sendiri. Penampungan imigran harus dipusatkan di satu tempat.

“Misal WNA yang sudah menjalani hukuman penjara lalu sedang menunggu kelengkapan dokumen untuk pulang ke negaranya, mereka bisa tinggal di Rudenim,” pungkasnya.

Rudenim sebenarnya bukan jadi tempat untuk menampung imigran tetapi lokasi sementara bagi WNA yang sedang menunggu proses pemulangan ke negara asal. (is)

 

 

34

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan