Kartu Tani Berlaku 2018, Ganjar: Akurasi Data dan Kuantitas Terus Ditingkatkan

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) akan memberlakukan secara serentak program Kartu Tani pada tanggal 1 Januari 2018 mendatang.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya akan melakukan penambahan jumlah kuantitas dan pengakurasian data, sehingga selama 2018 kartu tani dapat berjalan optimal dan dirasakan kemudahan bagi petani.

“Tahun 2018 nanti akan diberlakukan secara serentak di 35 kabupaten/kota di Jateng,” ujar Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP usai membuka Rapat Koordinasi Evaluasi dan Persiapan Pemberlakuan Kartu Tani di Jateng Tahun 2018, di Gedung Grhadhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu lalu (27/12).

Diketahui selama 2017, 22 kabupaten/kota di Jateng sudah memberlakukan penggunaan kartu tani. Tercatat ada  2.576.763 petani dengan 1.386.091 hektare lahan yang diujicobakan dalam Kartu Tani. “Selama 2017, evaluasi Kartu Tani sudah berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), jika program Kartu Tani sudah berjalan, informasi pertanian di Jateng terdata dengan baik, termasuk identitas petani, alamat, luas lahan juga dapat diketahui kapan menanam, jenis tanaman, serta masa panennya.

“Nanti kita overlay dengan sistem aplikasi yang telah dibuat pemprov, sehingga setiap hari dapat memantau petani menanam apa, kapan, di mana sekaligus meminimalisasi anjloknya harga karena pasokan yang berlimpah saat musim panen,” ujar kata mantan anggota DPR RI ini.

Ganjar menambahkan bagi petani yang sudah memegang Kartu Tani, bisa memanfaatkan untuk mengambil pupuk subsidi dari pemerintah.

“Petani yang tergabung dalam kelompok tani tinggal mengambil pupuk bersubsidi ke pengecer yang telah ditentukan di daerah masing-masing,” pungkasnya (Isan)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *