Sutiyono Bahagia Rumahnya Dapat Perhatian Pemkot

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang saat ini memiliki program ”Bedah Rumah” bagi warga yang kurang mampu. Adapun kriteria rumah tidak layak huni tersebut juga telah ditetapkan. Contoh di Kecamatan Pedurungan, sedikitnya terdapat 38 rumah tidak layak huni yang dipugar disertai dengan bantuan warga sekitar.

Sutiyono, salah satu warga yang rumahnya dibedah, mengaku senang dengan program Bedah Rumah milik Pemkot Semarang tersebut. Di mana sebelumnya, dirinya mengaku sangat merasa khawatir ketika hujan datang.

Dipugar mulai bulan September lalu, saat ini rumahnya sudah selesai diperbaiki, sehingga ia merasa nyaman dan aman tidak lagi khawatir ketika hujan deras disertai angin mengguyur rumahnya.

“Sekarang tidak takut kalau hujan, tidak ada yang bocor dan bangunannya kokoh sekarang, karena habis dipugar pemkot dan dibantu yang lain,”ujarnya ketika ditemui Kamis (28/12).

Sememtara itu, Camat Pedurungan Kukuh Sudarmanto menerangkan selain bantuan dari Pemerintah Kota Semarang senilai 7,5 juta rupiah, warga yang mendapat perhatian tersebut juga mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi, Badan Ammil Zakat, dan dari pihak swasta.

Menurutnya, selain Pemerintah Kota, peran serta dari swasta juga membantu dalam memugar rumah tidak layak huni tersebut.

“Contohnya pemugaran di rumah Bapak Sutiyono, warga RT 6 RW 7, Kelurahan Pedurungan Lor, di mana bantuan swadaya hingga Rp 40 juta sehingga perbaikan rumah miliknya dapat maksimal. Apalagi dalam pembangunannya juga dibantu oleh warga sekitar,” tukasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *