Durian, Pilar Ekonomi Masyarakat Gunung Pati

SEMARANG (asatu.id) – Kecamatan Gunung Pati merupakan salah satu daerah penghasil buah durian di Semarang. Akhir tahun ini adalah musim panen durian, seperti di Kebon Duren Watu Simbar yang berlokasi di Jalan MR Koesbiyono Tjondro Wibowo, Kelurahan Pakintelan, Gunungpati, Semarang.

Ketika berkunjung di sana, kita akan disuguhi pemandangan hijau khas pedesaan dengan rumah-rumah joglo. Selain itu, kita juga bisa dengan bebas memilih durian bahkan diperbolehkan untuk memetiknya langsung dari pohon. Di sana kita dapat berkonsultasi tentang cara memilih durian langsung dari ahilnya, mulai dari cara memilih durian dari aromanya hingga warna kulitnya.

Di Kecamatan Gunung Pati, potensi durian sangat besar hingga Pemkot Semarang setiap tahun menyelenggarakan festival durian. Menurut Zeni pengelola Kebon Duren Watu Simbar, hal ini karena ketinggian daerah Gunung Pati sangat cocok untuk pohon durian. Dengan ketinggian 500 mdpl ditambah kesuburan tanahnya membuat pohon durian tumbuh subur dan buahnya juga bagus.

Zeni menambahkan, setiap tahun Kebon Duren yang ia kelola bisa menghasilkan durian lebih dari 2000 buah. Perbedaan buah durian Gunung Pati dengan daerah lain adalah daging buah yang lebih tebal dan bijinya yang kecil. Hal itu yang membuat orang lebih memilih durian Gunung Pati dibandingkan dengan durian daerah lain. Namun, curah hujan yang tinggi pada tahun ini dan serangan hama membuat hasil panen menurun drastis. Tahun ini kebun yang ia kelola hanya menghasilkan kurang lebih 1000 buah saja.

Dia berharap, ke depan Pemerintah Semarang lebih mempromosikan lagi potensi durian Gunung Pati karena sekor agriwisata merupakan salah satu pilar ekonomi masyarakat Gunung Pati, khususnya buah durian. (Kurnia)

 

82

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan