Wisuda Bersama, Bukan Puncak Pembelajaran TPQ

SEMARANG (asatu.id) – Sebanyak 1.238 santri Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) se-Kota Semarang mengikuti kegiatan wisuda bersama di halaman Balaikota Semarang, Selasa (26/12). Adapun acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Tommy Yarmawan.

Dalam sambutannya, Tommy mengatakan, bahwa tujuan utama belajar di TPQ tidak hanya untuk dapat membaca al-Quran semata, tetapi ilmu yang didapat para santri ini juga harus dapat memahami dan mengamalkan isi kandungan al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dia juga menyampaikan bahwa para santri juga harus belajar Iptek.

“Pesannya, supaya ilmunya juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi tetap belajar Iptek, Karena ilmu tanpa agama maka akan buta dan agama tanpa ilmu akan lumpuh,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Badko TPQ Jawa Tengah, Ateng Chozany Miftah menerangkan bahwa wisuda bersama ini bukanlah puncak dari pembelajaran TPQ. Proses pembelajaran masih panjang sehingga diharapkan para santri terus memperdalam ilmunya.

“Saya berharap para santri akan tetap belajar Al-quran hingga akhir hayat,”imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Badko TPQ Kota Semarang, Bahrul Fawaid menyebutkan, wisuda bersama kali ini adalah yang ke-9 kalinya. Dimana kali ini, diikuti 1.238 santri yang dinyatakan lulus dari total sebanyak 1.566 santri yang mengikuti ujian bersama.

“Setiap tahun kami menggelar wisuda bersama para santri TPQ ini. Harapannya, Pemerintah Kota Semarang dapat memberikan penghargaan kepada wisudawan berupa pengakuan ijazah TPQ. Dengan demikian, ijazah tersebut mendapatkan point untuk dapat dijadikan tambahan nilai bagi anak yang mau mendaftar sekolah. Dari Wali Kota Semarang dan DPRD sudah mengakui dan memperhatikan pendidikan TPQ. Akan tetapi secara de jure, dari Dinas Pendidikan belum,” tukasnya.

59

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan