3D Museum, Ramaikan Pesona Kawasan Kota Lama

SEMARANG (asatu.id) – Sebanyak 120 lukisan tigas dimensi dihadirkan di Dream Museum Zone (DMZ) Semarang. DMZ sendiri, akan menjadi salah satu destinasi wisata baru di kawasan Kota Lama.

Salah satu “owner” DMZ, Tjahjadi mengatakan, pihaknya melibatkan seniman asal Korea dan Bali dalam menciptakan perpaduan seni tiga dimensi tersebut.

“Berbagai objek gambar, mulai pemandangan hingga animasi dilukis langsung di dinding dan lantai oleh 10 seniman Korea dan 3 seniman Bali. Dimana terlihat seperti aslinya ketika difoto. Ini menjadi keunggulan museum itu,” ujarnya, Senin (25/12).

Ia menerangkan, untuk proses pembuatan lukisan 3D tersebut membutuhkan waktu 2,5 bulan. Dengan penggarapan lukisan 3D langsung di dinding dan lantai, kata dia, membedakan dengan museum 3D lain yang biasanya menggunakan metromedia technologies (MMT) yang ditempel.

“Museum sejenis ini hanya ada di Bali dan Bandung. Makanya, sekarang enggak perlu jauh-jauh karena sudah ada di Semarang. Tapi untuk total proses hingga renovasi gedung sekitar enam bulan,” ucapnya.

Diakuinya, gedung yang sudah dibelinya sekitar 30 tahun lalu itu semula mangkrak karena banyak aturan yang menyulitkannya memanfaatkan asetnya yang merupakan bangunan cagar budaya tersebut.

“Waktu itu, sempat ada rencana gedung ini mau dibikin hotel, kemudian rumah makan, namun selalu gagal karena masalah renovasi. Kan tidak bisa sembarang renovasi,” katanya.

Pihaknya berharap dengan adanya museum ini kawasan Kota Lama Semarang lebih semarak.

“Bisa jadi ikon Kota Semarang. Ternyata, sangat bagus dan ramai sekarang,”imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi pemanfaatan Gedung Van Dorp itu menjadi museum 3D yang bisa menjadi destinasi baru unggulan Kota Semarang.

“Sudah banyak gedung-gedung kuno di kawasan Kota Lama yang dimanfaatkan oleh pemiliknya. Ya, harapan kami memang begitu. Selain itu, harapan kami juga DMZ ini bisa menjadi jujugan wisatawan,” kata Ita, sapaan akrab Hevearita yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang.

58

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan