Bina Remaja, LDII Kota Semarang Gelar Porsiyas

SEMARANG (asatu.id) – Generasi muda harus memiliki jiwa nasionalisme, profesional, dan religius untuk bisa ikut membangun Indonesia jadi lebih baik lagi.

Sebagai wujud keikutsertaan pembentukan generasi penerus tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang bersama Pondok Pesantren Shirothol Mustaqim menggelar kegiatan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmu Shirothol Mustaqim (Porsiyas).

Acara tahunan tersebut sedianya digelar Minggu (24/12). Hadir pada acara pembukaan, anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto.

Yudi, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan positif yang berhubungan dengan generasi muda sangat dibutuhkan agar pemuda bangsa ini tidak terjerat dalam konten-konten negatif yang saat ini sudah banyak merebak luas.

“Kami sangat mengapresiasi acara Porsiyas ini.  Di sini generadi muda bisa diarahkan dan terpantau. Ini juga langkah sebagai meramut dan menyelamatkan generasi muda saat ini agar terhindar dari konten negatif seperti narkoba dan pornografi. Selain itu ini juga bisa disebut sebagai langkah menyelamatkan bangsa ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab orangtua dan pemerintah daerah dalam meramut dan membina anak-anak generasi penerus bangsa ini. “Pemerintah daerah harus tahu dan hadir dalam kegiatan ini. Ke depan kami akan mendorong agar Pemda setempat bisa ikut serta dalam kegiatan positif seperti ini,” imbuhnya.

Terkait Porsiyas sendiri, ia mengaku perlombaan yang dipertandingkan, yakni bidang, olahraga, seni, dan ilmu merupakan kombinasi yang apik. “Jadi selain pemudanya sehat, juga harus mempunyai kepandaian, kepintaran. Selain itu tak kalah penting ilmu agamanya juga harus punya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Porsiyas, Andoko menyebutkan, kegiatan kali ini mempertandingkan tiga kategori, yakni olah raga, seni, dan ilmu.

“Porsiyas ini memang khusus peramutan remaja. Ada banyak lomba, lomba baca Alquran, sepak bola, balap egrang, futsal, voli, lomba mengajar, lomba desain grafis, kaligrafi, PBB, lomba pidato Bahasa Jawa, dan masih banyak lagi,” katanya.

Untuk peserta dalam kegiatan Porsiyas sendiri, ia menuturkan, merupakan remaja-remaji dari berbagai Kontingen Masjid LDII se-Kota Semarang.

“Hampir 300 peserta remaja dari  berbagai usia minimal 13-25 tahun mengikuti Porsiyas kali ini. Ini merupakan Porsiyas yang ke empat kalinya. Kami berharap, dengan adanya Porsiyas ini bisa membentuk remaja yang profesional religius berguna bagi agama, nusa, dan bangsa,” tukasnya. (is)

Asatu.id, semarang, komunitas, ormas, ldii, porsiyas

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *