30 Orang Terjaring Razia di Kawasan Tanpa Rokok

SEMARANG (asatu.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, hari ini, Kamis (21/12), melakukan razia di Kawasan Tanpa Rokok (KTR),  kompleks Balaikota Semarang. Sebanyak 30 orang yang terdiri pegawai pemerintahan dan tamu didapati melakukan pelanggaran KTR.

Kepala Seksi Operasinal Satpol PP Kota Semarang Sudibyo menyatakan, 30 pelanggar tersebut selanjutnya dibuktikan dengan mengisi surat pernyataan.

“Hari ini Satpol PP melakukan razia KTR. Dan sasaran kami memang pegawai instansi pemerintahan. Kita dapati 30 orang melanggar KTR,” ujarnya.

Sudibyo menerangkan, untuk saat ini pihak Satpol PP hanya memberikan surat pernyataan. Namun di tahun 2018 mendatang, lanjut dia, tidak akan surat pernyataan lagi bagi para pelanggar KTR.

“Saat ini sifatnya masih peringatan. Tapi di 2018 nanti akan kita berikan sanksi tindak pidana ringan (tipiring),” imbuhnya.

Dia berharap setelah penindakan KTR ini kesadaran mayarakat terhadap kawasan tanpa rokok menjadi meningkat.

“Kami sudah sering melakukan sosialisasi. Pemberlakuan Perda ini sudah dari 2015. Tapi kami masih menilai, kesadaran masyarakat masih kurang terhadap KTR ini. Jadi harapan kami dengan adanya penindakan KTR ini, kesadaran masyarakat terkait KTR ini meningkat,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pelanggar KTR, Kristiyono, warga asal Temanggung, mengaku sebelumnya belum mengetahui mengenai KTR tersebut.

“Tapi kami sangat senang dengan penindakan ini. Jadi kami bisa tahu KTR, dan kita harus menaatinya,” tandasnya. (is)

 

 

33

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *