Ratusan Pengunjung Padati Komukino Jateng Gayeng

SEMARANG (asatu.id) – Ratusan pengunjung memadati Festival Komunikasi dan Inovasi (Komukino) ke-6, di depan Gedung Monod Kota Lama Semarang, Minggu (17/12). Kegiatan ini digelar Fakultas Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang.

Ketua Panitia Festival Komukino ke-6, Aji Yusuf mengungkapkan Komukino merupakan acara komunikasi dan inovasi dari Jurusan Ilmu Komunikasi USM. “Acara ini merupakan implementasi dari tiga mata kulih, yaitu Komunikasi Pemasaran, Manajemen Acara serta Internal dan Eksternal PR,” ujar Aji kepada asatu.id di sela-sela kegiatan.

Acara ini mengangkat kebudayaan dan kuliner yang dikemas dalam tema Jateng Gayeng.  “Kita temanya Jateng Gayeng, kita ikut membantu pemerintah setingkat gubernuran yang ramai membicarakan Jateng Gayeng,” paparnya.

Menurut dia, acara ini menampilkan kebudayaan dan kuliner dari enam karasidenan di Jawa Tengah, yaitu Semarang, Pekalongan, Pati,  Banyumas, Surakarta dan Kedu.

Berbagai kuliner tradisional dari enam karasidenan tersebut disajikan dalam kemasan yang menarik dan kekinian. Mulai dari jadah sushi, dawet ayu, getuk isi ayam, dan masih banyak lagi.

Ada juga Kampung dolanan yang berisi stand-stand mainan tradisional.  Mulai dari kapal otok-otok, yoyo, celengan kendi, ketapel dll.

Tak hanya inovasi, acara ini juga memiliki peebedaan dengan acara tahun lalu. “Ada perbedaan antara acara ini dan acara tahun lalu, tahun ini kita menyediakan puzzle dan uang kartal untuk membeli di sini,” ujar Aji.

Pada kegiatan tersebut ada sebuah puzzle bergambar Gubernur Semarang Ganjar Pranowo dan Walikota Semarang, Hendrar Prihardi. Di sebelah puzzle terdapat harapan-harapan yang ditulis oleh pengunjung kepada dua pemimpin tersebut.

Sedangkan pengunjung yang tertarik ingin membeli makanan bisa menukarkan uang rupiah dengan uang kartal yang disediakan oleh panitia di pintu depan.

Aji menambahkan dengan acara kali ini diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, ikut merasa bangga dan tidak melupakan budaya tradisional yang pernah ada. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *