Hujan Masih Berlangsung, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan

SEMARANG (asatu.id) – Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Ragil Widodo mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang terus mewaspadai banjir terjadi di Kota Semarang.

Menurutnya, pemetaan titik-titik banjir sudah dilakukan,  namun musibah sulit ditebak dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Pihaknya memprediksi hingga awal Maret mendatang, hujan masih akan berlangsung di Kota Semarang. Dia menyebut, antara Desember 2017 sampai Pebruari 2018 mendatang, curah hujan masih tinggi di Kota Semarang, sehingga pihaknya akan terus melakukan kewaspadaan.

“Kalau suatu saat terjadi banjir, maka petugas BPBD siap meluncur untuk memberikan bantuan. Petugas kami di posko BPBD di Penggaron  selalu siaga bila sewaktu-waktu terjadi banjir maka langsung meluncur ke lokasi kejadian,” ujarnya, Kamis Kamis (13/12).

Menanggapi hujan deras kemarin yang menyebabkan banjir di wilayah Simongan, Semarang Barat, ia menyebutkan hal tersebut adanya saluran air yang tersumbat ranting-ranting atau batang pohon, sehingga pada saat hujan dengan intensitas tinggi aliran air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar. Di samping itu, banjir yang terjadi di Kota Semarang merupakan banjir kiriman dari Ungaran atau Semarang atas.

“Kalau kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat sudah baik, tetapi, bila pada saat hujan, air bah mengalir dengan kencang dan pohon ikut terseret  dampaknya batang pohon bisa menyumbat aliran air dan mengakibatkan aliran air tidak dapat mengalir dengan lancar, sehingga meluber ke mana-mana,” imbuhnya.

Menurutnya, walaupun Kota Semarang hujan deras, tetap tidak akan terjadi banjir. Namun jika saat Ungaran terjadi hujan deras maka warga Kota Semarang perlu waswas. “Kalau awan di sebelah selatan kelihatan gelap, maka kita perlu waswas terjadi banjir kiriman dari Ungaran,” katanya.

Musibah, lanjutnya, pada saat musim hujan ini, tidak hanya peristiwa tanah longsor atau banjir saja, tetapi musibah kebakaran juga berpotensi bisa terjadi. Terutama, musibah kebakaran yang diakibatkan oleh konsleting listrik. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *