Indeks Persepsi Korupsi Semarang Turun

SEMARANG (asatu.id) – Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Kota Semarang berdasarkan hasil survei Tranparency Internasional Indonesia (TII) tahun 2017 turun enam peringkat dari peringkat tiga ke peringkat sembilan dari 11 kota. Penurunan tersebut sebesar 1,1 dari 60 pada tahun 2015 menjadi 58,9 pada tahun 2017.

Peneliti TII, Sekar Ratnaningtyas mengatakan survei yang dilaksanakan di Kota Semarang selama Juli dan Agustus tahun ini melibatkan 100 pelaku usaha kategori kecil, menengah dan besar.

“Penurunan IPK ini memang tidak signifikan. Ada stagnansi dalam upaya percepatan program pencegahan korupsi di Kota Semarang dibandingkan dengan kota-kota lainnya,” ungkap dia, dalam diskusi IPK di Hotel Pandanaran, Kota Semarang, Senin (11/12).

Dalam survei tersebut tergambar adanya 25 persen pelaku usaha yang mengaku pernah gagal dalam mendapatkan keuntungan, karena pesaing memberikan suap. Presentase ini lebih tinggi dibandingkan dengan kategori serupa tahun 2015 yang hanya ada 10 persen.

“Pengusaha memang melihat ada perbaikan pemerintah terkait program pemberantasan korupsi. Tapi dari sisi tingkat integritasnya masih lebih rendah dari lembaga antikorupsi,” ujarnya.

Dijelaskannya, tergambar pula adanya praktik suap yang dialokasikan pengusaha, meskipun pelaku enam dari 10 pelaku usaha tahu adanya UU Tipikor dan 4 dari 10 pelaku usaha tahu mengenai Stragegi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.

“Presentasi alokasi suap yang dibayarkan pelaku usaha dari total biaya produksi pada 2017 sebesar 4,4 persen. Lebih kecil dari presentasi serupa tahun 2015 sebesar 5,7 persen,” paparnya.

Dinas Perizinan, menurut dia, merupakan instansi yang paling banyak berinteraksi dengan pelaku usaha, sehingga interaksi suapnya mencapai enam kali dari 80 interaksi dari pelaku usaha yang disurvei.

“Ke depan, pemerintah kota harus mempertegas kebijakan antikorupsi dan pelaku usaha perlu memiliki kebijakan dan sistem antikorupsi agar terjaga reputasinya,” pungkasnya. (is)

 

43

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan