Kader Banser Ansor Siap Jaga Keutuhan NKRI

UNGARAN (asatu.id) – Ratuaan kader Ansor dan Banser mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) Ansor dan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser NU di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jumat hingga Minggu (8-10/12).

PKD yang bertema “Kaderisasi, Konsolidasi dan Penataan Organisasi untuk NKRI ini diikuti 350 peserta se Kabupaten Semarang.

Menurut Ketua Pengurus Cabang Ansor Kabupaten Semarang, Muhammad Talkis, PKD dan Diklatsar ini diadakan untuk terwujudnya kader penggerak GP Ansor dan Banser di tingkat anak cabang dan ranting yang memiliki kapasitas dan kemampuan yang andal yang siap mengawal dan menjadi dinamisator GP Ansor.

Setiap peserta PKD selama pelatihan ditempa untuk meraih kompetensi antara lain memiliki wawasan keilmuan yang luas dan bobot pengetahuan yang lebih memadai tentang ke-Aswaja-an, ke-NU-an, ke-Indonesian dan kebangsaan, ke-Ansor-an dan ke-Banser-an, amaliyah dan tradisi keagamaan NU, manajemen keorganisasian, serta analisis sosial.

“Ancaman terhadap NKRI ternyata masih saja ada, sehingga dibutuhkan kader yang mampu menjaga keutuhan NKRI. Kelompok radikal makin meresahkan masyarakat, terus memberikan pandangan yang menyimpang dari semangat NKRI,” ujar Talkis.

Diharapkan setiap kader Ansor – Banser dapat memiliki jiwa semangat Aswaja dan semakin cinta NKRI. Selain itu mampu mendeteksi kelompok pemecah NKRI sejak dini.

KH Ahmad Hanik, Ketua Tanfidzyah PC NU Kabupaten Semarang mengatakan, yang dilakukan kelompok radikal ini memberikan pemahaman sesat, radikal, ekstrem tentang agama Islam sehingga masyarakat menjadi galau, resah dan bingung.

“Memberi pemagaman yang hitam putih atau benar salah secara ekstrim, sehingga membuat bingung dan kemudian dimasuki faham radikal demi kepentingan kelompoknya,” ujarnya.

Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni yang hadir dalam kegiatan ini menambahkan saat ini hanya warga Nahdlatul Ulama yang berusaha melakukan pengadangan gerakan radikal secara masif di masyarakat.

Hal ini diakui langsung oleh mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantio. Bahkan ulama besar NU, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) berpesan agar warga NU terus menghalau faham radikal di masyarakat.

“Beliau berpesan sing waras ojo ngalah, maksudnya kita harus terus menghalau faham radikal yang memecah NKRI,” tegas Alfa.

Menurut Alfa, persoalan NKRI, Pancasila sudah final. Tak perlu diperdebatkan lagi, karena sudah sesuai dengan syariah Islam.

100

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan