Proyek SORR, DPRD Minta DPU dan Pemilik Lahan Jalin Komunikasi

SEMARANG (asatu.id) – Terkait masih adanya penolakan dari warga pemilik lahan dalam proyek Semarang Uuter Ring Road (SORR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang berharap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bisa membangun komunikasi yang baik dengan pemilik lahan agar mau membebaskan lahannya.

“Harus ada komunikasi yang baik dalam proses pembebasan itu. Masa sampai sekarang belum ada pembebasan lahan. Ini akan jadi bahan evaluasi kami di DPRD agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut,” ujar Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, Jumat (8/12).

Supriyadi menambahkan, bahwa pembangunan SORR tersebut sudah terencanakan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Semarang. Sehingga, pembangunan SORR sangat penting, sebab dapat menjadi solusi kesemrawutan lalu-lintas di Kota Semarang yang kerap sulit teratasi.

Pihaknya mendesak agar SORR, yakni pembuatan jalan dari arteri Yos Sudarso Semarang sampai Kaliwungu, Kendal itu harus dilaksanakan, mengingat Detail Engeenering Desain (DED) dan analisis dampak mengenai lingkungan (Amdal) sudah jadi.

Terlebih terkait anggaran yang besar, pihaknya mengaku hal tersebut memang menjadi kendala tersendiri. Hanya saja hal itu bisa direncanakan melalui penganggaran tiap tahunnya. Ia mencontohkan melalui penanganan rob dan banjir yang terjadi setiap tahunnya. Persoalan tersebut bisa tertangani dengan penganggaran secara bertahap.

“Hanya saja memang harus terencana dengan baik yang meliputi bagaimana menyediakan anggaran itu. Kalau tidak mencukupi, bisa bagaimanan nanti mendapat anggaran tambahan, dari pusat atau swasta,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *