Saatnya Batik Semarang Dipasarkan Online

SEMARANG (asatu.id) – Selain melakukan pemasaran secara konvensional atau offline, teknik pemasaran online juga perlu dilakukan agar Batik Semarangan lebih bisa mengapai pangsa pasar yang lebih luas.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet mengajak mastah-mastah Internet Marketing untuk ikut memasarkan dan menjual batik Semarangan melalui pasar digital.

“Ini masanya pasar digital, saya ajak ini para marketer,  mastah-mastah berjualan batik semarangan,  saya lihat masih jarang yang jual batik, saya tantang kehebatan internet marketingnya untuk melestarikan budaya bangsa, ” ungkap politisi asal PKS Semarang, Rabu (6/12).

Agus menambahkan, saat ini perlu adanya trobosan baru, dan penjualan online dilihatnya mempunyai prospek bagus.  Namun, pihaknya juga mengingatkan perlunya perhatian pemerintah.

“Batik Semarangan perlu diberikan kemudahan-kemudahan agar mendapatkan pasar, sehingga mungkin terobosannya perlu ada Perda,  meskipun perlu di kaji kebutuhannya,”imbuhnya.

Pengrajin batik, lanjutnya, perlu dipermudah dalam produksi, misalnya dengan adanya insentif atau subsidi, juga perlu pelatihan agar produk batik juga bisa menyesuaikan dengan perubahan zaman.

“Dari sisi pemasaran,  perlu juga di buatkan pasar dimana batik dapat di kenalkan dengan konsumen,  misalnya dengan mewajibkan mall dan toko fashion yang besar memberikan space untuk produk batik semarangan,” katanya.

7

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan