Refleksi “Merti Tembakau” Bareng Cak Nun & Kiai Kanjeng

SEMARANG (asatu.id) – Refleksi “Merti Tembakau” Ngaji Bareng Cak Nun & Kiai Kanjeng menjadi puncak peringatan Hari Tembakau Dunia atau World Tobacco Grower’s Day (WTGD) 2017 di Kota Semarang.

Terdapat beberapa rangkaian acara WTGD 2017 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) bekerjasama dengan Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) Jawa Tengah yang berlangsung sejak 8 November – 6 Desember 2017.

Sedikitnya ada lima acara Yakni,  Focus Group Discussion (FGD) Membongar Akar Pertembakuan, Meluruskan Tudingan Anti Tembakau, serta Faktor Ekonomi dan Warisan Tradisi Bangsa Indonesia.

Selain itu, Media Trip Pelintingan Kretek, Pameran International Tobacco Cartoon Exhibition 2017, Lomba Jurnalistik dan Foto Save Our Future tingkat nasional dengan tema “Selamatkan Tembakau Nusantara”.

Abdul Mughis, Ketua Panitia World Tobacco Grower’s Day (WTGD) 2017 di Semarang mengatakan, Dalam acara Merti Tembakau tersebut juga akan ditampilkan kembali sejumlah karya kartun terbaik pameran “International Tobacco Cartoon Exhibition 2017” yang telah dihelat 20-21 November 2017 lalu menggandeng komunitas Gold Pencil, di Wisma Perdamaian Semarang.

Dalam pemeran tersebut sedikitnya diikuti sebanyak 350 kartunis dari 35 negara dan terkumpul sebanyak 609 karya kartun.

“Acara ini mengangkat tema ‘Selamatkan Petani Tembakau’ sebagai kampanye melindungi para petani tembakau Indonesia yang nasibnya terancam oleh kebijakan perintah,” ujarnya.

Selain itu, dalam acara Merti Tembakau tersebut juga akan diumumkan pemenang dan penyerahan hadiah Lomba Jurnalistik dan Foto Jurnalistik Nasional. Ia menerwngkan, setiap karya membahas secara mendalam mengenai seluk-beluk tembakau nusantara dan perkembangannya.

Karya jurnalistik tulis dan foto tersebut berusaha mengungkap fakta-fakta mengenai tembakau dilihat dari berbagai sudut pandang, baik tradisi budaya, sejarah, hingga kesehatan.

“Berbicara mengenai persoalan tembakau memang selalu menjadi isu sensitif yang diikuti pro-kontra. Cak Nun, kami nilai sebagai tokoh budayawan nyentrik sekaligus bapak bangsa yang mampu menjernihkan dan meluruskan cara berpikir. Tentunya menggunakan sudut budaya dan agama,” katanya.

Perwakilan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Hananto Wibisono menambahkan, produk hasil tembakau di Indonesia mempunyai dimensi kepentingan yang amat besar antara lain dengan penerimaan cukai, pemerintah ikut merasakan kontribusi yang diberikan oleh industri rokok.

“Di samping itu Industri Hasil Tembakau menghasilkan multiplier effect yang luas, bagi pendapatan petani, pekerja, dan sektor informal lain yang menegaskan bahwa semua peran industri hasil produk tembakau ini mutlak diperlukan,” tukasnya.

27

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan